SLEMAN - Hari Purnomo resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) periode 2026–2030 di Auditorium Prof KH Abdul Kahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII Selasa (2/6). Eks Dekan Fakultas Teknologi Industri ini menggantikan Fathul Wahid yang sudah menjabat selama dua periode.
Hari menjelaskan, program prioritasnya adalah terus melakukan pembenahan dalam sektor pendidikan. Dia menilai, masih banyak riset berupa naskah yang belum bisa digunakan oleh masyarakat sehingga perlu penguatan hilirisasi. Termasuk bagaimana agar para lulusan UII bisa terserap di dunia kerja.
Baca Juga: Molor! Pemohon Keluhkan Pengajuan Izin PBG Lambat, Harus Nunggu 2,5 Tahun: Ini Kata Hasto Wardoyo
"Program yang sudah baik dilanjutkan dan yang kurang kami benahi. Begitu saja," katanya ditemui di sela-sela acara.
Nantinya, juga akan dibuat unit publikasi untuk mendeteksi plagiasi. Dia menilai saat ini pelanggaran tersebut mudah dilakukan dengan adanya teknologi kecerdasan buatan. Baginya ini adalah upaya memastikan proses pembelajaran bisa tertib demi menjaga integritas universitas.
"Kami sejak awal lakukan deteksi. Misal kalau memalsukan tanda tangan saja bisa diberi sanksi berupa skors," tambahnya.
Dia juga menegaskan komitmennya pada kebebasan akademik sesuai dengan norma perguruan tinggi dan aturan yang ada. Hanya saja dalam penyampaian kritik dia sebut harus berbasis data valid agar tidak jadi opini liar.
Usai prosesi pelantikan rektor baru sejumlah perwakilan masyarakat sipil tampak menyambut Fathul Wahid. Aliansi warga, mahasiswa, maupun komunitas ini memberikan selembar kain sarung dan sebuah caping untuk melantiknya sebagai rektor rakyat.
Dalam keputusan mahkamah rakyat yang dibacakan, pemberian predikat ini didasarkan karena Fathul Wahid memberikan benteng perlindungan pada perlawanan akar rumput. Mereka secara tegas juga menolak segala bentuk pensiunnya dari garis perjuangan rakyat. Masa jabatan sebagai rektor kampus boleh usai, tetapi tugasnya dalam membela keadilan di lapangan disebut baru saja dimulai.
"Ini bagian dari saya supaya diikat terus bersama teman-teman. Apa yang saya diikrarkan agar terus konsisten," kata Fathul menanggapi predikat ini.
Ke depan dia sebut akan terus ikut berkonsolidasi. Bahkan jika waktu mengizinkan, dia akan turut serta dalam berbagai aksi demonstrasi. Baginya ini adalah bentuk respons dan penanda bahwa bangsa tengah dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. "Di tengah berbagai masalah bangsa dan negara saat ini memang tidak bisa abai," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita