UMBY Latih Kader PKK Sleman untuk Tingkatkan Percaya Diri dan Bangun Personal Branding di Media Sosial
Fahmi Fahriza• Selasa, 12 Mei 2026 | 21:45 WIB
Tim Fakultas Ilmu Komunikasi dan Multimedia Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar program pengabdian masyarakat bertema Pelatihan Public Speaking untuk Personal Branding di Media Sosial. (Dokumentasi Pribadi)
SLEMAN - Kemampuan komunikasi digital menjadi keterampilan penting di era media sosial, termasuk bagi anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Media sosial kini tidak hanya digunakan sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang membangun citra diri, berbagi informasi positif, hingga mendukung aktivitas sosial dan ekonomi keluarga.
Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Ilmu Komunikasi dan Multimedia Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar program pengabdian masyarakat bertema Pelatihan Public Speaking untuk Personal Branding di Media Sosial.
Kegiatan yang diketuai oleh Rosalia Prismarini Nurdiarti ini diikuti setidaknya 30 kader PKK Kalurahan Purwomartani yang merupakan perwakilan dari tiap dukuh. Pemerintah desa menilai kegiatan ini penting karena peran kader PKK yang dekat dengan masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Kaur Tata Pelaksana Eni Tri Indriastuti, yang mengapresiasi kegiatan pelatihan tersebut. "Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan menurut kami ini sangat penting," ujarnya di Aula Kalurahan Purwomartani, Sleman, Selasa (12/5).
Ia menambahkan, bahwa para kader PKK tersebut memiliki posisi strategis di tengah masyarakat. Sehingga pelatihan seperti ini menjadi penting dan memang dibutuhkan. "Ibu-ibu PKK yang datang merupakan perwakilan dari tiap dukuh yang segala tindakannya menjadi sorotan masyarakat," lanjutnya.
Menurutnya, selain pembekalan untuk diri sendiri, lebih jauhnya materi yang disampaikan juga bisa dibagikan. Ia percaya, bahwa kemampuan bermedia sosial secara bijak menjadi hal yang penting.
"Untuk itu sangat penting untuk bisa menggunakan media sosial dengan baik dan bijak agar tetap memberikan contoh yang positif," tuturnya.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik pembuatan konten video yang dipandu oleh Alya Dwi Salsabila dan Thibburruhany. Peserta diajak membuat konten berdurasi maksimal satu menit sekaligus melatih kepercayaan diri saat tampil di media sosial.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik. Ketua PKK Sri Utami menyampaikan, kesannya setelah mengikuti pelatihan tersebut. Secara garis besar ia menilai kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi peserta. "Program ini bagus dan sangat bermanfaat untuk kami," ungkapnya.
Menurutnya, peserta juga mendapatkan wawasan baru dalam berkomunikasi dan memanfaatkan berbagai platform di media digital. "Kami jadi tahu kalau berkomunikasi melalui digital itu ada teknik hook-nya supaya menarik audience," tuturnya.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan public speaking dan personal branding, sehingga dapat lebih percaya diri dalam menyampaikan gagasan, mempromosikan kegiatan masyarakat, serta mengembangkan potensi usaha yang dimiliki melalui media digital.
Selain itu, ia juga mengakui adanya kendala di awal pelatihan. Termasuk kecakapan saat di depan kamera. "Awalnya kami masih merasa kurang percaya diri dan tidak terbiasa membuat konten secara spontan," paparnya. (iza)