Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ketua LPS Anggito Abimanyu Titip Pesan Literasi Keuangan di UGM: Mahasiswa Harus Paham Risiko dan Keamanan Data

Guntur Aga Tirtana • Jumat, 27 Februari 2026 | 23:45 WIB
LPS Beri Beasiswa hingga Hibah 60 Unit Komputer untuk Laboratorium UGM
LPS Beri Beasiswa hingga Hibah 60 Unit Komputer untuk Laboratorium UGM
 
 
SLEMAN – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merealisasikan kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui pemberian 60 unit komputer untuk laboratorium, program beasiswa, magang, hingga kolaborasi riset, di GIK UGM, kemarin (27/2). Dalam kesempatan itu, LPS menitipkan pesan kepada sivitas akademika agar meningkatkan literasi dan kehati-hatian di sektor keuangan.
 
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan, kerjasama tersebut merupakan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) yang diteken pada Desember lalu. Dari MoU itu, kedua pihak menurunkan perjanjian kerja sama (PKS) yang mencakup program magang mahasiswa dan dosen, beasiswa, penelitian, serta dukungan infrastruktur pendidikan.
 
Baca Juga: Prediksi Skor Wolves vs Aston Villa Derbi West Midlands Premier League Sabtu 28 Februari 2026
 
“Hari ini kita realisasikan. Mahasiswa magang sudah ada di kantor LPS Jakarta, beasiswa juga sudah ada nama-namanya. Penelitian berjalan bersama para peneliti,” ujarnya.
 
Tak hanya mahasiswa, dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (FEB) juga mendapat kesempatan magang di LPS untuk mempelajari proses manajemen dan pengambilan keputusan di lembaga tersebut.
 
Anggito menjelaskan, fokus beasiswa pada bidang komputasi dan analitik merupakan usulan dari kampus. Menurut dia, kolaborasi ini sekaligus menjadi upaya memperkuat literasi keuangan di lingkungan pendidikan tinggi.
 
Baca Juga: Keren! Ahli IT Ini Ciptakan Teknologi Baru Kawal MBG untuk Antisipasi Cegah Risiko Keracunan  
 
“Kita titip supaya literasinya ditingkatkan. Kalau perlu ada kuliah khusus mengenai penjaminan simpanan, perbankan, resolusi, atau asuransi. Harapannya mahasiswa paham mekanisme dan risikonya,” katanya.
 
Program ini merupakan bagian dari kerja sama LPS dengan 12 perguruan tinggi di Indonesia, antara lain Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin, Universitas Sumatera Utara, serta melibatkan peneliti dari Universitas Indonesia dan Universitas Sebelas Maret.
 
Riset yang dikembangkan diarahkan pada analisis perilaku simpanan dan pinjaman perbankan berbasis big data dan data analitik. Hasilnya diharapkan menjadi dasar perumusan kebijakan LPS, khususnya dalam meningkatkan literasi, keamanan, dan inklusi keuangan masyarakat.
 
Baca Juga: Polres Bantul Sita Puluhan Botol Miras di Banguntapan, ,Penyitaan Berawal dari Aduan Masyarakat
 
Anggito menegaskan, LPS memiliki mandat menjamin simpanan nasabah apabila bank mengalami resolusi. Namun, edukasi kepada masyarakat tetap menjadi kunci.
 
Ia mengingatkan sivitas akademika agar tidak mudah tergiur iming-iming investasi, menjaga kerahasiaan data pribadi seperti OTP dan kata sandi, serta waspada terhadap praktik skimming, scamming, maupun malware.
 
“Jangan sampai terbuai. Sebelum membeli jasa layanan keuangan, harus tahu mekanismenya dan risikonya pasti ada,” tegasnya.
 
 
Baca Juga: Hasto Wardoyo Dorong Masjid di Kota Jadi Penguat Karakter Generasi Muda, Ini Alasannya
 
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha dan Kerja Sama UGM Danang Sri Hadmoko menyebut bantuan 60 unit komputer sangat signifikan untuk mendukung laboratorium Sekolah Vokasi dan Departemen Ekonomika dan Bisnis.
 
“Ini untuk praktikum, mengerjakan tugas, dan juga riset mahasiswa. Komputer ditempatkan di laboratorium,” jelasnya.
 
Selain bantuan perangkat, UGM dan LPS akan menindaklanjuti kerja sama melalui kuliah umum, pengembangan kurikulum bersama sektor keuangan, serta perluasan akses magang dan beasiswa.
 
“Kita ingin mahasiswa sejak awal terekspos dunia kerja, punya skill, mindset, dan kultur korporasi. Sehingga ketika lulus sudah siap bersaing,” ujarnya.
Editor : Heru Pratomo
#Lembaga Penjamin Simpanan #UGM #PKS #MoU #lps #FEB