SLEMAN - Seribu empat puluh empat mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dari 18 fakultas resmi diterjunkan untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) Periode 4 Tahun 2025.
Mereka akan melakukan pengabdian di empat provinsi di Pulau Jawa dan enam lainnya di luar pulau.
"Pada periode ini terdapat enam mahasiswa asing yang mengikuti KKN yang berasal dari Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia," ujar Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Rustamaji saat membacakan laporan dalam agenda upacara penerjunan KKN-PPM Periode 4 di GOR Nusantara UGM, Jumat (19/12/2025).
Tema yang diusung dalam program tersebut adalah "Kedaulatan Pangan dan Pengelolaan Lingkungan yang Berkelanjutan” yang dimaknai sebagai semangat pengabdian yang menginspirasi dan berkelanjutan di pelosok negeri.
Program tersebut diharapkan dapat membantu mengurai permasalahan yanng ada di tengah masyarakat. "Ada 40 dosen pembimbing lapangan (DPL) dan tujuh orang koordinator wilayah (Korwil) yang akan mendampingi mahasiswa di lokasi KKN," bebernya.
Rektor UGM Ova Emilia dalam sambutannya mengatakan, program tersebut merupakan implementasi dari pembelajaran di luar kelas. Keberhasilan mahasiswa dalam menerapkan ilmunya dapat dilihat dari hasil selama KKN.
"Di KKN ini, teman-teman ditantang untuk mengasah empati di masyarakat dan mengembangkan sikap tentang bagaimana melakukan pengabdian dan berkarya di lapangan,” ujarnya.
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagarayang turut hadir, menyebut KKN adalah program yang sangat prestisius.
Terlebih mahasiswa dipaksa untuk mengasah kemampuan dalam mencari solusi untuk membantu masyarakat. Program tersebut dinilai menginspirasi Kementerian Transmigrasi tentang bagaimana menciptakan pertumbuhan ekonomi yang baru.
"Saya berharap program yang dilaksanakan lancar karena persepsi masyarakat akan ditentukan oleh buah pikiran dan tindakan teman-teman sekalian,” ujarnya.
Editor : Herpri Kartun