SLEMAN - Presiden Republik Indonesia (RI) ke-5 Megawati Soekarno Putri melakukan kunjungan ke Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (1/9). Dalam kunjungannya itu, Megawati secara simbolis menanam pohon Bodhi yang sarat akan makna dan nilai filosofis.
Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu hadir mengenakan baju bergaris dengan warna dominan merah. Syal motif bunga juga menggelantung di lehernya. Ia datang dengan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto serta sejumlah bupati serta wali kota yang berasal dari PDI Perjuang di DIJ.
Terlihat Bupati Gunungkidul Endah Subekti, Walikota Jogja Hasto Wardaya beserta wakilnya dan anggota DPRD Provinsi maupun Kabupaten/kota yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan turut hadir mendampingi Ketua Umum Partai yang mengusung mereka itu.
Baca Juga: Sejarah di Balik Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober
Agenda pertama, Megawati bersama Rektor UGM Prof Ova Emilia menuju lokasi pohon Bodhi. Secara simbolis, mereka kemudian mengguyurkan beberapa tanah dengan sekop sekaligus air pada tanaman Bodhi yang masih muda.
Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta menyampaikan nama ilmuah dari Pohon Bodhi adalah Ficus religiosa. Dari namanya saja sudah mengandung kesan religius. Pohon tersebut dianggap sebagai tumbuhan spesial bagi agama Hindu dan Budha.
"Di bawah pohon inilah Buddha Gautama mencapai momen pencerahan," ujarnya saat ditemui di Balairung UGM dalam acara workshop bertajuk Pengelolaan Biodiversitas dan Penguatan HKI untuk Masa Depan Berkelanjutan Sinergi UGM-BRIN, Rabu (1/10).
Baca Juga: Deretan Artis Tanah Air yang Rumah Tangganya Diuji Isu Perceraian
Selain Budha, pohon ini juga mendapat tempat istimewa di kalangan umat Hindu. Umat Hindu memandangnya sebagai pohon yang merepresentasikan para dewa mereka.
"Kalau saya tidak salah, salah satunya dikaitkan dengan Dewa Krishna," bebernya.
Pohon Bodhi, lanjutnya, melambangkan pencerahan jika dirunut dari kisah Buddha Gautama. Kemudian pohon itu perlambang keteguhan, kesabaran, perlindungan, dan kedermawanan karena bisa hidup selama ratusan tahun.
"Berkembang perlahan namun pasti, memiliki tajuk besar dan daun rindang yang memberi keteduhan, akarnya kuat dan menyebar, meski kayunya ringan," jelasnya.
Pohon Bodhi juga perlambang kesederhanaan karena dapat tumbuh di berbagai tempat dan memberi banyak manfaat. Selain itu, pohon Bodhi juga menjadi simbol kebersamaan, karena sering dijadikan tempat berkumpul, berdiskusi, dan bersosialisasi.
Baca Juga: Tak Mencatat Uang Setoran Nasabah Hingga Markup Kredit, Kepala BUKP Galur Ditetapkan Sebagai Tersangka
Kemudian dari sisi ekologi, pohon tersebut bisa menjadi tempat berteduh karena tajuknya yang lebar dan rindang. Pohon ini juga merupakan produsen oksigen (O₂) yang sangat baik. Di Indonesia sendiri, pohon Bodhi termasuk dalam kategori fast growing species atau spesies yang tumbuh cepat.
"Nilai ekonominya sebenarnya tidak sebesar nilai religiusnya, karena dalam tradisi Buddha pohon ini dianggap keramat," paparnya.
Pohon Bodhi memiliki simpanan karbon yang besar karena pertumbuhannya yang cepat. Ia mampu menyerap emisi dengan sangat baik. Sehingga mamlu berperan mengantisipasi perubahan iklim, emisi, dan karbon.