SLEMAN – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tengah ramai jadi pembahasan di media sosial lantaran para alumninya yang belum memperoleh ijazah. Menanggapi hal ini, Rektor UNY Sumaryanto pun menyebut karena adanya perubahan kurikulum.
"Persoalannya mengapa kok terlambat? Karena UNY itu beberapa tahun belakangan ada revitalisasi kurikulum," sebutnya.
Dalam hal ini, UNY tengah mengadopsi kebijakan untuk mempercepat masa studi. Dengan demikian mahasiswa tidak terbebani biaya uang kuliah tunggal (UKT).
"Masa studi UNY jadi pendek. Cepat lulus harapannya untuk berkompetisi nyari kerja juga berpeluang lebih awal," tambahnya.
Dalam perubahan kurikulum ini, diperlukan sinkronisasi. Tidak hanya jadi urusan internal UNY sendiri. Namun, harus dilakukan koordinasi dengan pangkalan data pendidikan tinggi (PDDikti).
Di sisi lain, jumlah mahasiswa yang ada semakin banyak. Kondisi ini otomatis membuat jumlah mahasiswa yang menyelesaikan studi bersamaan melonjak drastis.
"Transisi kurikulum, lulusan lebih banyak. Kami harus koordinasi dengan Jakarta. Kementeriannya juga transisi," katanya.
Sumaryanto menegaskan, nantinya ketika penomoran ijazah nasional sudah turun, cetak ijazah akan langsung dilakukan. Sementara saat ini, para mahasiswa yang telah ujian akhir akan diberikan surat keterangan lulus (SKL). Dokumen tersebut bisa digunakan sebagai bekal untuk studi lanjut atau bekerja.
"Saya minta maaf karena keterlambatan ini. Mohon kami diberi pengertian. Tetap kami bekerja dan tidak berpangku tangan. Saya pastikan diurus," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UNY Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro menjelaskan, jumlah ijazah yang belum diberikan sekitar 2.900. Mereka adalah alumni yang telah wisuda pada Februari dan Mei 2025. Ketika nantinya penomoran ijazah dan sertifikat nasional (PISN) sudah dikonfirmasi, maka bisa langsung dilakukan cetak ijazah.
"Penerbitan ijazah saat ini wajib sinkronisasi data di PDDikti dan PISN," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita