JOGJA - Universitas Aisyiyah (Unisa) Jogjakarta kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu kesehatan remaja. Kali ini dengan mengadakan edukasi kesehatan reproduksi (kespro) di SMP Muhammadiyah 7 Jogjakarta.
Sebanyak 293 siswa kelas VIII dan IX, yang terdiri atas 135 siswi dan 158 siswa, diajak memahami lebih jauh tentang kespro. Mulai dari perubahan pubertas hingga tantangan nyata yang sering dihadapi remaja.
Dosen Program Studi S1 Kebidanan Unisa Tri Hapsari Listyaningrum menyebut, para siswa juga diajak membahas pubertas, seksualitas remaja, hak-hak remaja dalam kesehatan reproduksi, serta risiko infeksi menular seksual (IMS) dan kehamilan remaja yang masih sering dianggap tabu.
"Diskusi ini penting, mengingat remaja sering terjebak pada mitos atau informasi keliru, terutama di era digital saat arus informasi datang tanpa filter," katanya, Rabu (16/7).
Hapsari mengungkapkan, pendekatan atau proses penyampaian materinya dibuat interaktif agar siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif. Termasuk dilakukan diskusi terbuka, kuis reflektif, dan tanya jawab.
"Itu jadi ruang bagi siswa untuk menyuarakan rasa penasaran mereka, mulai dari perubahan tubuh, tekanan teman sebaya, hingga rasa cemas menghadapi isu-isu seksualitas," paparnya.
Sedang Gatot Suparmanto dari Divisi Keperawatan Anestesiologi menambahkan, pendekatan ini penting karena remaja berada pada tahap perkembangan psikologis yang sensitif, sehingga mereka butuh ruang aman untuk bertanya.
"Kami ingin para siswa tahu bahwa rasa penasaran itu wajar, yang penting bagaimana mereka mencari jawaban yang benar dan bertanggung jawab," ujarnya.
Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 7 Jogjakarta Supriyadi menyebut, pendidikan karakter dan kesehatan reproduksi idealnya memang harus berjalan beriringan.
Karena remaja yang memahami tubuh dan haknya akan lebih mampu menahan diri. "Mereka juga akan bisa membuat pilihan yang sehat, dan menghargai diri sendiri maupun orang lain," harapnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo