SLEMAN - Mahasiswa UGM yang hilang dari insiden kapal terbalik di Maluku Tenggara ditemukan meninggal dunia Selasa (1/7). Penemuan korban diketahui Radar Jogja sekitar pukul 21.40 dari grup WhatsApp Kabar UGM yang disampaikan oleh salah satu Humas UGM.
Mahasiswa tersebut adalah Bagus Adi Prayogo dari Fakultas Kehutanan UGM. Peserta KKN PPM UGM asal Bojonegoro ini disebut telah dievakuasi dari lokasi kejadian.
Dengan ditemukannya Bagus, jumlah korban meninggal dunia dalam insiden ini menjadi dua orang. Sebelumnya, Septian Eka Rahmadi, mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UGM, yang berasal dari Sumbawa Besar. Septian meninggal dunia sekitar pukul 15.28 WIT.
Proses pemulangan jenazah Bagus ke daerah asal juga tengah diupayakan, menyusul proses pemulasaraan yang sedang berlangsung bersama pemerintah daerah dan relawan setempat.
"Kami masih terus berproses untuk melakukan pemulasaraan jenazah bersama Pemda setempat, Kagama, dan masyarakat yang membantu proses evakuasi," kata Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM Dr. dr. Rustamadji Selasa (7/1).
Rustamadji mengungkapkan, insiden terjadi saat tim KKN-PPM melakukan pengambilan pasir di Pulau Wahru untuk program revitalisasi terumbu karang dengan metode Artificial Patch Reef (APR). "Dalam perjalanan kembali, salah satu dari dua speedboat yang mereka tumpangi terbalik akibat gelombang pasang dan angin kencang," jelasnya. (iza)
Editor : Sevtia Eka Novarita