Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perkenalkan Kearifan Lokal ke Anak-Anak, TBM Rumah Baca Bintang Tekankan Pentingnya Literasi Budaya

Fahmi Fahriza • Selasa, 24 Juni 2025 | 05:44 WIB
TURUN LAPANGAN: Tim dosen UMBY melakukan pengabdian di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Baca Bintang di Sedayu, Bantul, yang fokus pada literasi budaya dan kearifan lokal.
TURUN LAPANGAN: Tim dosen UMBY melakukan pengabdian di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Baca Bintang di Sedayu, Bantul, yang fokus pada literasi budaya dan kearifan lokal.

 

RADAR JOGJA - Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Baca Bintang di Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul mulai mengarahkan fokus kegiatan mereka bukan hanya pada literasi baca tulis. Lebih dari itu, juga literasi budaya.

Langkah ini dilakukan setelah tim dosen Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana melakukan program pendampingan. Mereka meyakini mengenalkan budaya lokal kepada anak-anak sejak dini sangat penting.

Muhammad Wahyu Kuncoro, perwakilan tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) UMBY menyampaikan, kegiatan itu melibatkan 10 fasilitator TBM dan dua mahasiswa pendamping dari UMBY.

Wahyu berpendapat, di tengah derasnya arus globalisasi, budaya lokal kerap tersisih. Padahal, menurutnya, anak-anak sejak usia dini justru perlu diperkenalkan dengan kekayaan budaya mereka sendiri agar terbentuk identitas yang kuat.

"Literasi budaya bukan sekadar mengenal budaya, tapi juga memahami dan bersikap terhadapnya. Ini menyangkut jati diri bangsa," katanya Senin (23/6).

Dalam praktiknya, ia menguraikan ada beragam strategi yang diperkenalkan kepada para fasilitator TBM agar bisa diterapkan langsung ke anak-anak. Mulai dari memperkenalkan permainan tradisional, hingga menyelipkan unsur budaya dalam buku bacaan anak.

"Kami juga menghadirkan alat musik daerah sebagai bagian dari aktivitas membaca dan bermain," paparnya.

Dosen UMBY lainnya, Triana Noor Edwina Dewayani menambahkan, lewat medium buku dan permainan yang lekat dengan budaya lokal, anak-anak tidak hanya belajar membaca, tapi juga mengenal siapa mereka dan dari mana asalnya.

Triana berujar, tidak hanya teori, tim dari UMBY juga menyerahkan sejumlah alat bantu pembelajaran seperti permainan tradisional, buku anak berbasis budaya, dan alat musik tradisional untuk dipakai langsung di Rumah Baca Bintang.

"Harapannya, anak-anak bisa belajar budaya lewat aktivitas yang menyenangkan dan interaktif," tuturnya.

Ketua TBM Sri Sutariyah turut menyambut baik pendekatan ini. Menurutnya, kegiatan tersebut membuka perspektif baru tentang bagaimana budaya bisa diajarkan tanpa harus membosankan.

"Kami dapat banyak ide segar yang bisa langsung kami terapkan. Anak-anak pun antusias," ujarnya.

Dengan pendekatan yang kontekstual dan menyenangkan, Sri mengungkapkan bahwa TBM Rumah Baca Bintang perlahan bergerak menjadi ruang belajar yang tak hanya menumbuhkan minat baca semata.

"Namun juga memperkuat akar budaya anak-anak di tengah arus zaman yang kian cepat berubah," bebernya. (iza/zam)

Editor : Herpri Kartun
#literasi #TBM #taman bacaan masyarakat #Pendidikan #universitas mercu buana