Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jawab Kebutuhan Peternak Konvensional, Fapet UGM Inovasi Aplikasi: Bisa Cek Penyakit hingga Deteksi Birahi Ternak 

Fahmi Fahriza • Jumat, 20 Juni 2025 | 03:25 WIB
Foto dosen Fapet UGM Annisa Qurrotun A’yun dan foto tim Fapet UGM saat melakukan pengabdian masyarakat.
Foto dosen Fapet UGM Annisa Qurrotun A’yun dan foto tim Fapet UGM saat melakukan pengabdian masyarakat.
 
JOGJA - Inovasi dalam sektor peternakan terus dilakukan oleh Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada UGM (Fapet UGM), termasuk mengembangkan serangkaian aplikasi digital untuk memudahkan para peternak dalam mendeteksi berbagai penyakit.
 
Dosen Fapet UGM Annisa Qurrotun A’yun menyampaikan, ragam inovasi berbasis aplikasi tersebut setidaknya sudah dilakukan sejak 2018 silam. Seperti Sobat Ternak, dan Timbangan Sapi.
 
"Ada beberapa inovasi seperti mendeteksi penyakit PMK dan antraks, mendiagnosis kebuntingan dan birahi, hingga menimbang sapi secara akurat," katanya pada Radar Jogja, Kamis (19/6/2025).
 
Baca Juga: Tak Ingin Kapusan Brosur Lagi, PSS Sleman Akan Lebih Hati-Hati Rekrut Pemain
 
Annisa menuturkan, ragam inovasi tersebut dirancang dengan pendekatan sederhana sesuai tingkat kemampuan peternak, sehingga mudah diterapkan dalam kelompok BUMDes dan para peternak.
 
"Sejauh ini implementasinya di Sleman, Gunungkidul, hingga Banyumas. Itu lokasi tempat pengabdian kami," tuturnya.
 
Dalam praktiknya, Annisa berujar bahwa adaptasi teknologi di lapangan tidak selalu berjalan mulus. Mayoritas peternak yang masih bersifat konvensional dan berusia lanjut menjadi tantangan tersendiri dalam menerima inovasi ini. 
 
Baca Juga: SPPG Pembuat Makanan Basi di Kulon Progo Menolak Berkomentar, Dinkes Sebut Murid TK yang  Diare Sudah Sembuh
 
"Untuk itu, Fapet UGM aktif berkomunikasi melalui ketua kelompok peternak agar teknologi bisa lebih diterima dan bermanfaat secara nyata," paparnya.
 
Aplikasi-aplikasi yang telah dikembangkan tersebut, Kata Annisa, kini masih terus dievaluasi dan diperbaharui.
 
Selain itu, tim Caper UGM juga sedang merancang aplikasi baru untuk analisis dan proyeksi usaha peternakan.
 
"Analisis dan proyeksi usaha peternakan itu masih di tahap riset dan pengembangan," ulasnya.
 
Baca Juga: Sleman Siapkan Rp 147 Miliar untuk Perbaikan Jalan: Anggaran 2026 Naik Signifikan, Fokus Perbaiki Ruas yang Tak Tersentuh 15 Tahun
 
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa semua inovasi tersebut dibangun atas fondasi kebutuhan nyata di lapangan, hasil riset dan pengembangan dari Fapet UGM yang telah diuji coba di beberapa daerah. 
 
Sementara itu, salah satu peternak di Gunungkidul Suyitno mengaku telah menggunakan aplikasi pendeteksi birahi dan kebuntingan, secara garis besar ia mengakui mendapat dampak positifnya.
 
"Sekarang bisa tahu birahi ternak lebih awal, jadi saat kawin lebih produktif. Alat timbangan digital juga bantu menetapkan harga sapi lebih jelas ke pembeli," terangnya.
 
Baca Juga: Pekerjaan Perbaikan Jalan Rp 1,42 Miliar Disorot, DPRD Kebumen Temukan Proyek Meleset dari Perancanaan
 
Ia berujar, awalnya sempat membutuhkan waktu adaptasi karena belum terbiasa dengan teknologi, bimbingan dari kelompok dan demonstrasi langsung membantu mereka memahami manfaat jangka panjangnya. 
 
"Selain dari UGM ini pernah ujicoba juga sama aplikasi lain, ini sama-sama bagus dan berguna untuk peternak," tandasnya. (iza)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#inovasi aplikasi #PMK #antraks #cek penyakit #fapet ugm