JOGJA - UIN Sunan Kalijaga menambah jumlah kuota penerimaan mahasiswa baru (PMB) pada tahun 2025 menjadi sebanyak 5.555 orang. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar 4.500 mahasiswa.
Ketua Admisi UIN Sunan Kalijaga Handini menyampaikan, langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya animo pendaftar dalam berbagai jalur seleksi, termasuk melalui Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) yang tengah berlangsung selama dua hari, 10-11 Juni 2025.
Ia menuturkan, ada 13.958 calon mahasiswa telah mendaftar mengikuti UM-PTKIN untuk memilih kampus UIN Sunan Kalijaga sebagai tujuan studi. Dari jumlah itu, 2.179 peserta ikut seleksi langsung di kampus UIN Sunan Kalijaga dengan Sistem Seleksi Elektronik (SSE), yakni mekanisme berbasis komputer yang diterapkan serentak secara nasional.
"Peningkatan kuota ini telah melalui berbagai pertimbangan kesiapan program studi dan fasilitas kampus," katanya Rabu (11/6).
Disebutkan, penambahan kuota ini juga merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi keislaman yang berkualitas. Pihaknya memastikan seluruh kesiapan teknis dan akademik telah disesuaikan dengan kebutuhan peningkatan jumlah mahasiswa.
Selanjutnya, meski jumlah kuota bertambah Handini berujar proses seleksi tetap dijalankan secara ketat dan mengedepankan prinsip transparansi serta integritas.
"Sistem verifikasi dokumen dan identitas peserta diterapkan di seluruh ruang ujian, tersebar di 20 lokasi dalam kampus," paparnya.
Disebutkan, dalam pelaksanaan hari pertama UM-PTKIN di UIN Sunan Kalijaga juga berlangsung lancar. Tiga sesi ujian berjalan sesuai jadwal dengan pengawasan berlapis. Seluruh infrastruktur teknologi, termasuk 400 komputer utama dan 20 cadangan, berfungsi optimal.
"Kampus juga menyiagakan tim medis dan bekerja sama dengan kepolisian untuk memastikan keamanan selama seleksi berlangsung," urainya.
Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Noorhaidi Hasan menyampaikan, peningkatan daya tampung mahasiswa baru merupakan langkah strategis kampus dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi berbasis integrasi ilmu dan keislaman. "Kami menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman, tapi tetap menjunjung tinggi kualitas dan prinsip keilmuan," ulasnya.
Ia menguraikan, peningkatan kuota ini juga menjadi bentuk komitmen UIN dalam memperluas kesempatan belajar yang lebih luas dan merata bagi masyarakat.
Dengan bertambahnya kuota mahasiswa baru, Noorhadi berharap UIN Sunan Kalijaga dapat menjangkau lebih banyak calon mahasiswa dari berbagai latar belakang.
"Sekaligus menjaga mutu pendidikan dari seleksi dan proses pembelajaran yang terukur dan bertanggungjawab," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita