JOGJA - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus mengupayakan diversifikasi sumber pendapatan kampus agar tidak semata-mata bergantung pada Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan SPP mahasiswa.
Rektor UNY Prof. Sumaryanto menyampaikan, program studi olahraga di UNY menjadi salah satu magnet besar yang menarik calon mahasiswa, dan sekaligus menghasilkan income yang signifikan. Ia mengungkapkan, prodi olahraga UNY mampu menghasilkan pendapatan hampir Rp 9 miliar per tahun.
Beberapa fasilitas yang menyumbang angka tersebut antara lain Gelanggang Olahraga (GOR) UNY sebesar Rp1,3 miliar, kolam renang Rp1,5 miliar, lapangan tenis Rp600 juta, serta Health & Sport Center (HSC) sebesar Rp2,4 miliar.
"Yang seperti itu ingin kami gencarkan di fakultas lain, seperti teknik, tata boga, dan tata busana. Jadi tidak hanya bergantung pada UKT. Banyak sumber lain yang bisa kita optimalkan," tuturnya, Selasa (20/5).
Lebih lanjut, meski memiliki akses terhadap berbagai fasilitas dan layanan kampus, Sumaryanto menegaskan ia tetap profesional dalam menggunakan berbagai layanan tersebut.
"Saya profesional. Kalau menggunakan fasilitas kampus atas nama pribadi, saya tetap membayar sebagaimana mestinya," tegasnya.
Sebagai informasi, UNY sendiri telah memiliki kampus cabang di Kulon Progo dan Gunungkidul. Selain itu, pemerintah Kabupaten Blora telah memberikan hibah tanah untuk rencana pendirian kampus baru.
Hibah serupa juga direncanakan di Pekanbaru. "Kami sedang MoU dan merencanakan pembukaan kampus di Blora, estimasi pembangunannya mulai tahun depan," paparnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa UNY Della Nurizki, menilai bahwa langkah pembukaan kampus cabang UNY sebagai inovasi positif. Menurutnya, keberadaan kampus cabang bisa membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat di daerah.
"Sebagai perantau, kalau ada kampus UNY yang bagus dan lebih dekat, saya pasti akan memilihnya," kata Della, mahasiswi asal Rembang.
Diakuinya, dengan akses kampus yang lebih dekat, hal tersebut tentu memiliki dampak positif, termasuk bisa menekan pengeluarannya. "Itu hal yang positif, agar anak-anak di daerah juga punya kesempatan mengenyam pendidikan yang layak dan bagus," pungkasnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo