JOGJA - Universitas Amikom Jogjakarta bersama Dinas Pariwisata (Dispar) DIJ secara resmi menjalin kolaborasi strategis melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS). Tujuannya mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif di Jogja.
Rektor Universitas Amikom Prof Dr M Suyanto menyampaikan, kerja sama ini menjadi pijakan penting bagi sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah. Ruang lingkup kerja sama itu mencakup pelatihan, pendampingan, hingga penguatan sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif. Selain itu integrasi program magang mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi digital.
"Kita harus kembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang solid dan berkelanjutan. Amikom punya ekosistem ekonomi kreatif yang aktif berjalan dan terbuka untuk kolaborasi lintas sektor," katanya kemarin (15/5).
Suyanto juga mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dari Dispar DIJ atas kolaborasi yang dijalin. "Semoga kerja sama ini dapat membentuk Jogja sebagai pusat ekonomi kreatif dunia yang berdaya saing global," tandasnya.
Sementara itu, Kabag Otonomi Daerah Biro Tapem DIJ Wahyu Krisnadi turut menyampaikan, pemerintah sendiri mengapresiasi kontribusi kampus dalam memperkuat ekonomi kreatif di DIJ. "Kami membuka peluang kerja sama lebih luas dengan instansi lainnya di bawah Pemprov DIJ," terangnya.
Secara teknis Wahyu mengungkapkan, beberapa target kerja sama ini mencakup kegiatan monitoring, pengembangan game dan animasi, promosi melalui media visual, serta pendampingan kepada 21 pelaku ekonomi kreatif. "Kegiatan ini telah dimulai sebagai bagian dari implementasi awal PKS itu," ungkapnya.
Kaprodi Ilmu Pemerintahan Amikom Muhammad Zuhdan menegaskan, kerja sama ini bukan sekadar formalitas. "Melainkan ini bentuk keseriusan kedua pihak dalam memberi dampak langsung ke masyarakat," sebutnya.
Zuhdan menyebut program magang mahasiswa yang terintegrasi dalam kerja sama ini merupakan bagian dari kurikulum wajib dengan bobot 24 SKS. "Mahasiswa dituntut menguasai kompetensi seperti pengembangan kelembagaan masyarakat, inovasi pemberdayaan, kontrol sosial, dan pengelolaan potensi wilayah. Dari kerja sama ini, mereka bisa langsung praktik di lapangan," jelasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun