JOGJA - Pendidikan berdiferensiasi dan mengusung inovasi berbeda dilakukan oleh Universitas Madani Jogjakarta. Di mana mengusung konsep universitas berbasis pondok pesantren (ponpes).
Rektor Universitas Madani Prof Mifedwil Jandra mengungkapkan, universitasnya semakin mengukuhkan diri untuk perguruan tinggi berbasis ponpes sejak September 2024 silam. "Momentumnya per September 2024 kami resmi berubah bentuk menjadi universitas," katanya kepada Radar Jogja Jumat (28/2).
Jandra menuturkan, nilai-nilai keagamaan dituangkan dalam proses pembelajaran dan kegiatan para mahasiswa. Hal itu menjadi salah satu kekuatan sekaligus daya tarik Universitas Madani.
Disebutnya, beberapa program berbasis ponpes yang diimplementasikan, mulai dari hafalan dan setoran Alquran secara rutin, pemisahan ruang belajar antara mahasiswa putra dan putri, hingga fasilitasi asrama bagi para mahasiswa. "Di asrama itu juga ada berbagai program keagamaan yang dilakukan," paparnya.
Menyoal skema pembelajaran yang memisahkan antara laki-laki dan perempuan, Jandra menuturkan skema itu tidak bersifat absolut. Namun bisa juga fleksibel dan menyesuaikan kasuistik tertentu.
"Misal ada mata kuliah yang mewajibkan untuk berkelompok, maka putra putri akan kami gabungan. Tapi secara umum kami berusaha meminimalisasi," lontarnya.
Diakui, saat ini Universitas Madani memiliki dua fakultas yakni Fakultas Ilmu Kesehatan, serta Fakultas Teknik dan Bisnis. Ke depan juga tengah mengupayakan untuk membuka prodi dan fakultas baru.
"Salah satunya prodi pendidikan keguruan. Itu kami dapat banyak masukan untuk membuka," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa Universitas Madani Imam Atmaji menyampaikan, konsep ponpes yang ditawarkan jadi salah satu alasan terbesarnya untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Madani.
"Karena saya ingin belajar akademik dan agama secara beriringan. Di sini hal tersebut diberikan porsi yang seimbang," paparnya.
Ia mencontohkan, adanya program asrama dan hafalan Alquran jadi salah satu fasilitasi yang diapresiasi. Sebab, selain karakter akademik, karakter keagamaan juga penting untuk dimiliki seorang mahasiswa. "Saya rasa aspek agama itu hal yang sangat penting di tengah modernisasi seperti saat ini," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita