Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Guru Bukan Sekadar Mengajar: Latih Wirausaha, UPY Fasilitasi Mahasiswa PPG Membuat Keterampilan Membatik

Fahmi Fahriza • Senin, 10 Februari 2025 | 04:34 WIB

 

FOTO BERSAMA: Para mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) UPY usai mengikuti pelatihan kewirausahaan membuat batik belum lama ini. Kampus ini ajarkan calon guru tidak hanya cakap mengajar.
FOTO BERSAMA: Para mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) UPY usai mengikuti pelatihan kewirausahaan membuat batik belum lama ini. Kampus ini ajarkan calon guru tidak hanya cakap mengajar.

JOGJA – Menjadi guru bukan sekadar mengajar di kelas. Kesadaran akan kompleksitas profesi ini mendorong Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) untuk membekali mahasiswanya dengan keterampilan tambahan.

Salah satunya melalui pelatihan kewirausahaan, yang kali ini berfokus pada pembuatan batik.

Koordinator Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) UPY Dr Dhiniaty Gularso mengungkapkan, pelatihan ini bertujuan untuk membangun jiwa kewirausahaan mahasiswa, sekaligus menyiapkan mereka menjadi pendidik yang lebih kreatif.

“Ada 113 mahasiswa Program PPG UPY yang mengikuti pelatihan kewirausahaan dan membatik di Batik Musa Sewon, Bantul,” katanya, Minggu (9/2/2025).

Menurutnya, keterampilan di luar akademik sangat penting bagi calon guru. Selain menambah wawasan, pelatihan ini juga bisa menjadi bekal untuk masa depan yang lebih luas.

“Ini adalah titik awal positif dalam perjalanan mereka sebagai calon guru yang tidak hanya cakap mengajar, tetapi juga memiliki keterampilan tambahan,” ujarnya.

Selain membangun jiwa kewirausahaan, pelatihan ini juga menjadi momen bagi mahasiswa untuk lebih dekat dengan budaya Indonesia, khususnya batik.

Batik Musa Sewon yang berlokasi di Tarudan Kulon, Sewon, Bantul, dipilih sebagai lokasi pelatihan karena dikenal sebagai pusat produksi batik berkualitas tinggi yang tetap menjaga nilai tradisi.

“Mahasiswa tidak hanya dapat keterampilan baru, tapi juga semangat baru melestarikan batik dan membuka peluang usaha di masa depan," tambahnya. 

Sementara itu, pemilik Batik Musa Mursaini mengaku senang bisa berkontribusi dan membantu para mahasiswa.

Para mahasiswa diajak mengenal lebih dalam tentang batik, mulai dari sejarah dan makna batik, jenis-jenisnya, hingga cara-cara pembuatannya.

"Tidak hanya teori, para mahasiswa juga diberi wawasan pentingnya batik dalam budaya Indonesia," katanya.

Tak hanya teori, mereka juga diajarkan langsung membatik didampingi para perajin dengan membuat batik cap dan batik tulis dimulai dari desain hingga proses pewarnaan kain.

"Setiap langkah diajarkan dengan perhatian oleh para pengrajin, semoga ini jadi pengalaman berkesan," terangnya.

Seorang mahasiswa Wulan Annisa mengaku, pelatihan cukup implementatif. Salah satunya, batik bisa jadi salah satu media ajar alternatif yang kelak bisa diaplikasikan pada para siswa.

"Guru kan harus kreatif, termasuk menggunakan media belajar tambahan. Batik ini jadi salah satu yang bisa dipakai," paparnya.

Diakuinya program PPG di UPY memiliki jurusan yang beragam, dan ini harus ditangkap menjadi hal positif. Sebab, para mahasiswa bisa berpikir kreatif dan mengimplementasikan masing-masing sesuai bidang keahliannya.

"Ada berbagai program di PPG, mulai dari prodi PGSD, Matematika, hingga BK," tambahnya. (iza/wia)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#UPY #Calon Guru #Mahasiswa #membatik #ppg #pelatihan kewirausahaan #Guru #Batik #mengajar