JOGJA - Permasalahan iklim hingga keterbatasan lahan, jadi masalah kompleks di sektor pertanian saat ini. Hal tersebut, turut menjadi kepedulian dari Fakultas Pertanian Universitas Janabadra Jogjakarta.
Teranyar, Fakultas Pertanian Universitas Janabadra menggelar pelatihan sekaligus menginisiasi program Smart Farming. Hal ini dilakukan untuk penerapan pertanian cerdas guna mencapai kemandirian pangan.
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Janabadra Dr Retno Lantarsih menyatakan, program ini dirancang khusus untuk guru dan pelajar di wilayah Jateng-DIY, guna memperkenalkan teknologi pertanian modern.
Baca Juga: Meta WhatsApp Menghadirkan AI Sebagai Ruang Obrolan Baru yang Fast Respons dan Informatif
"Tujuan utama kegiatan ini meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian melalui penerapan teknologi yang inovatif," katanya, Rabu (25/12/2024).
Retno menaruh harapan, bahwa smart farming ini diharapkan mampu memotivasi pelajar untuk menjadi generasi penerus bangsa, yang berperan aktif dalam memajukan ketahanan pangan berkelanjutan.
"Sinergi antara akademisi dan praktisi sangat penting untuk mendorong inovasi di sektor pertanian," ungkapnya.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan komunitas sekitar, disebutkan bahwa Fakultas Pertanian Universitas Janabadra juga mendorong kelompok tani desa untuk meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan.
Selain Smart Farming, Retno juga menyarankan agar desa menjajaki pelatihan relevan lainnya, seperti manajemen pertanian, pemanfaatan lahan optimal, dan teknologi irigasi modern.
"Langkah ini diharapkan menjadikan desa-desa di sekitar kampus sebagai percontohan dalam penerapan teknologi pertanian modern," harapnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Janabadra Dr Risdiyanto juga menyoroti pentingnya penerapan smart farming untuk mengatasi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan.
Ia menyadari, dengan lahan yang semakin sempit dan jumlah penduduk yang terus meningkat, penggunaan teknologi pertanian yang modern menjadi sebuah keharusan.
"Digitalisasi pertanian dapat meningkatkan efektivitas, kualitas produksi, serta pendapatan petani," jelasnya.
Ia juga menekankan, bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam berbagai inovasi pertanian. Semangat dan kemampuan generasi muda untuk mengadopsi teknologi baru sangat dibutuhkan untuk diaplikasikan di sektor pertanian.
"Generasi muda diharapkan mampu mendorong terciptanya pertanian yang maju, mandiri, dan modern," tandasnya. (iza)
Editor : Sevtia Eka Novarita