SLEMAN - Unisa Yogyakarta juga terus melangkah maju dalam memperkuat daya saing nasional dan internasional, dengan sejumlah capaian strategis. Di bawah kepemimpin Rektor Unisa Dr Warsiti, prestasi institusi semakin mencuat. Terutama dalam hal akreditasi dan pengembangan fakultas.
Tahun 2024 menjadi tonggak penting bagi Unisa dengan diraihnya akreditasi institusi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Pergutuan Tinggi (BAN-PT). Menjadikannya sebagai salah satu dari 10 universitas unggul di Jogjakarta. Selain itu, Unisa juga berhasil mendapatkan izin operasional untuk Fakultas Kedokteran.
“Fakultas Kedokteran adalah salah satu pencapaian terbesar kami," kata Warsiti.
Menurutnya, pencapaian ini bukanlah hal mudah. Mendirikan fakultas dan mendapatkan akreditasi unggul memerlukan kerja keras dan komitmen tinggi.
"Kami bangga bisa mencapai ini," ucapnya.
Tidak hanya di bidang akademik, Unisa juga terus mengembangkan diri dengan memperkenalkan program internasionalisasi yang semakin diminati mahasiswa.
"Sejumlah mahasiswa Unisa terlibat dalam program-program internasional, seperti transfer kredit, student exchange, dan short course di luar negeri," bebernya.
Selain itu, kampus turut mendukung program magang yang dirancang untuk menjembatani mahasiswa dengan kebutuhan industri. “Melihat alumni kami sukses berkarier dan berkontribusi untuk bangsa adalah kebanggaan bagi kami," katanya.
Pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah 5 DIY 2023-2027 bidang penjaminan mutu tersebut menilai, program magang Unisa memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia kerja. Bukan hanya sebagai formalitas, program magang Unisa terbukti efektif dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan di dunia profesional.
"Banyak mahasiswa dilirik perusahaan besar sebelum mereka lulus," sebut wanita kelahiran Bantul 26 Februari 1973.
Selain itu, Unisa semakin intensif melakukan pemberdayaan masyarakat. Berbagai kegiatan pengabdian masyarakat di tingkat nasional maupun internasional terus dilakukan.
"Unisa berkomitmen memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, dengan sejumlah program yang telah dijalankan di luar negeri," tegasnya.
Namun, tantangan juga terus menghadang. Salah satunya adalah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan perubahan regulasi pemerintah yang sering terjadi. Untuk itu, Unisa terus berinovasi dalam sistem pembelajaran, dengan menyesuaikan kurikulum berbasis kompetensi dan outcome-based education (OBE).
"Unisa tidak melupakan pengembangan sumber daya manusia," ungkapnya.
Melalui pelatihan, sertifikasi, dan program studi lanjut hingga jenjang S3, Unisa terus berupaya meningkatkan kompetensi dosen. Fasilitas pendukung kenyamanan akademik pun terus ditingkatkan agar terwujud suasana belajar yang kondusif. (gun/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita