Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Rachma Wikandari, Teliti Daging Tiruan dari Jamur Tempe, Berhasil Raih Penghargaan Life-Science Internasional

Fahmi Fahriza • Kamis, 12 Desember 2024 | 05:15 WIB
Rachma Wikandari
Rachma Wikandari

JOGJA - Torehan prestisius dibubuhkan oleh Dosen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Rachma Wikandari. Dia berhasil memperoleh penghargaan serta hibah dana penelitian senilai 100 juta dari L’Oreal – UNESCO For Women in Science 2024. 

Ia meraih penghargaan untuk kategori life-science dengan penelitiannya soal meat analogue dari jamur tempe. Untuk mengikuti tahapan seleksi L’Oreal – UNESCO for Women in Science, Rachma mengirim proposal hasil riset dan karya yang telah dikumpulkan.

 Baca Juga: Mundur dari DPRD Bantul untuk Maju Pilkada 2024, Kursi Rony Wijaya Indra Gunawan Akan Digangtikan sang Istri, Dilantik Pekan Depan

"Penghargaan ini diberikan bersama empat peneliti perempuan dari berbagai institusi," katanya, Rabu (11/12/2024).

Secara pribadi, dia mengaku bersyukur mendapat penghargaan serta dana hibah penelitian terkait risetnya dalam pengembangan protein alternatif daging tiruan dari jamur tempe. Ia menuturkan, bahwa bermacam-macam daging tiruan dapat dibuat menggunakan jamur tempe tersebut. 

 Baca Juga: Mayat Pria di Ruko Jalan Colombo Sleman Ternyata Korban Penganiayaan, Polisi Tangkap Empat Pelaku

"Riset saya tentang jamur tempenya saja, tanpa kedelai, bisa jadi sumber protein yang sangat baik," ujarnya.

Ia menyampaikan, penelitiannya berkutat pada peningkatan kandungan mineral dari mikroprotein yang ada pada jamur tempe. Selain menjadi alternatif protein, jamur tempe memiliki kandungan gizi yang tidak jauh berbeda dengan nutrisi pada daging. 

 Baca Juga: Mengenal GM Gallery Prawirotaman Hotel Iwan Ridwan Munajat, Hobi Musik dan Badminton, Lebih Suka Mancing di Laut karena Ada Adrenalin

Diungkapkannya, jamur tempe punya kandungan protein sebesar 19 persen. Selisih 2 persen dari kandungan protein pada daging. Selain itu, jamur tempe juga memiliki asam amino esensial yang lebih lengkap daripada sumber protein nabati lain. 

"Kandungan serat pada jamur tempe juga lebih tinggi daripada daging, dan olahan ini baik untuk kesehatan saluran pencernaan," paparnya.

Dari segi proses pembuatan jamur tempe, juga cenderung lebih ramah lingkungan dan efisien daripada sumber protein lain, baik hewani maupun nabati. 

 

"Kalau bisa kita hasilkan protein dengan sumber daya alam minimal, dengan sedikit air, sedikit lahan, dan bisa tumbuh dengan cepat," sambungnya.

Dia menyadari, pencapaiannya tersebut tidak bisa diraih seorang diri. Sebab dia banyak berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam upayanya mengembangkan jamur tempe.

 Baca Juga: Mengenal GM Gallery Prawirotaman Hotel Iwan Ridwan Munajat, Hobi Musik dan Badminton, Lebih Suka Mancing di Laut karena Ada Adrenali

Termasuk bekerja sama dengan universitas dan institusi lokal dan luar negeri untuk dapat memberikan hasil terbaik. Di antaranya adalah Universitas Lampung, Universitas Boras, Swedia dan Universitas de Minho, Portugal. 

"Saya juga menggandeng usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produksi tempe untuk riset dengan limbah rebusan kedelai," bebernya.

Menurutnya, ide jamur tempe ini tidak muncul dalam waktu semalam. Penelitian ini sudah memakan waktu yang cukup lama, yaitu empat tahun.

 Baca Juga: Di Kulon Progo Ada 17 Kalurahan KSB, Sidomulyo Pengasih Sandang Status Kampung Siaga Bencana

Berkat penghargaan ini, dia berharap mikroprotein dari jamur tempe bisa lebih dikenal masyarakat. Baik produsen maupun konsumen. Ia memproyeksikan, saat masyarakat sudah mulai mengenal jamur tempe, diharapkan produsen bisa mendukung komersialisasi produk mikroproteinnya.

"Harapannya, jamur tempe ini bisa hadir di masyarakat sebagai alternatif protein yang bergizi, murah, dan berkelanjutan," tandasnya. (iza/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#alternatif #perempuan #Universitas Gadjah Mada (UGM) #saluran pencernaan #teknologi pangan #mikroprotein #protein #peneliti #jamur #fakultas teknologi pertanian #dosen #tempe #Hibah Dana Covid-19 #nabati #tiruan #Life Science #swedia #UNESCO #hasil pertanian #daging #Olahan #universitas lampung #peneliian pemakai ganja pada usia 50 tahun