Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Mikoprotein, Alternatif Protein Bergizi dan Ramah Lingkungan di Masa Depan

Gunawan RaJa • Rabu, 4 Desember 2024 | 04:45 WIB
INOVASI - Seminar bertajuk Mengenal Mikoprotein: Sumber Protein Daging Tiruan yang Bergizi dan Ramah Lingkungan digelar di University Club Hotel Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa (3/12/2024)
INOVASI - Seminar bertajuk Mengenal Mikoprotein: Sumber Protein Daging Tiruan yang Bergizi dan Ramah Lingkungan digelar di University Club Hotel Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa (3/12/2024)

SLEMAN - Seminar bertajuk Mengenal Mikoprotein: Sumber Protein Daging Tiruan yang Bergizi dan Ramah Lingkungan digelar di University Club Hotel UGM Selasa (3/12/2024). Agenda besarnya, memperkenalkan mikoprotein sebagai pilihan sumber protein efesien di masa depan.

Salah satu pembicara, Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM Rachma Wikandari memaparkan, potensi mikoprotein sebagai solusi efesien protein masa depan. Dia menjelaskan, mikoprotein dihasilkan dari tubuh jamur benang atau mikrofungi. Tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memiliki kandungan gizi tinggi.

 Baca Juga: Berawal dari Temuan Dompet Mengambang, Pemancing Ditemukan Meninggal di Dam Lengkong Sleman Usai Seharian Hilang

“Mikoprotein memiliki empat kriteria utama yang menjadikannya pilihan ideal yakni bergizi, efisien dalam penggunaan lahan dan air, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta terjangkau,” kata Rachma.

Menurut dia seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dunia, kebutuhan sumber protein berkelanjutan semakin mendesak. Mikoprotein diyakini bisa mengurangi ketergantungan pada peternakan yang selama ini berdampak besar terhadap lingkungan.

 Baca Juga: Setelah Diberikan Pelatihan, Dewan Pengurus Daerah Paguyuban Panatacara Yogyakarta Kabupaten Sleman Gelar Lomba Pranatacara untuk Anak Muda

"Berbeda dengan sumber protein konvensional seperti kedelai dan daging sapi, mikoprotein memiliki keunggulan dalam hal nilai gizi, efisiensi penggunaan lahan, serta dampak emisi gas rumah kaca yang lebih rendah," ujarnya.

Mikoprotein dikembangkan menggunakan jamur tempe, telah dikenal luas dan aman dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, juga diharapkan dapat lebih terjangkau.

 Baca Juga: Satu Poin Melayang Gara-Gara Betinho Gagal Lakukan Eksekusi Pinalti, PSS Sleman Semakin Terpuruk usai Dibekuk Dewa United 1-2

Proses pembuatan mikoprotein dilakukan dengan memanfaatkan media cair untuk menghasilkan biomasa jamur. Kemudian diolah menjadi produk pengganti daging, seperti daging tiruan. Meski harga produksi mikoprotein masih tergolong tinggi, produk seperti KUON yang sudah dipasarkan di 17 negara menunjukkan ada potensi pasar besar bagi produk tersebut.

Dengan semakin banyaknya kolaborasi antara UGM dan mitra internasional, diharapkan pengenalan mikoprotein kepada masyarakat Indonesia dapat segera meluas.

Seminar ini juga menghadirkan pembicara-pembicara lain yang mengupas tren mikoprotein, seperti Susianto selaku Presiden World Vegan Organization (WVO) dan Vegan Society of Indonesia (VSI), yang membahas prospek mikoprotein dalam diet vegan di Indonesia. Tak ketinggalan, Yusmiyati selaku Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Akademik UGM turut menjelaskan manfaat konsumsi jamur sebagai bagian dari pemenuhan gizi bagi diet vegan. (gun)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#University Club Hotel UGM #ramah lingkungan #Konvensional #mikrofungi #bergizi #pembicara #mikroprotein #potensi #protein #UGM #mengurangi #Ketergantungan #diet #kandungan #rumah kaca #tinggi #fakultas teknologi pertanian #seminar #tubuh #peternakan #dosen #lahan #pilihan #vegan #kedelai #emisi gas #tiruan #lingkungan #sapi #masa depan #daging #Mengenal #Nilai #jamur benang #SUMBER #gizi #rendah #Indonesia #solusi #efisien