SLEMAN – Sebanyak 587 mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) tahun ajaran 2024/2025 mendapatkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Bantuan ini, diharapakan bisa memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan merata. Khususnya bagi mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi, namun memiliki potensi akademik.
"KIP Kuliah jadi salah satu bentuk dorongan bagi para mahasiswa untuk terus berprestasi," kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerja Sama UPNVY Hendro Widjanarko Minggu (17/11/2024).
UPNVY, kata Hendro, secara konsisten berkomitmen turut serta mendukung program KIP Kuliah. Bahkan sejak pertama kali dicanangkan oleh pemerintah.
Sebab beasiswa ini bisa memberikan kesempatan para mahasiswa untuk mengembangkan diri di bidang akademik dan non-akademik. "Serta membangun karakter yang unggul sesuai nilai-nilai bela negara yang menjadi identitas UPN," ujarnya.
Melalui program KIP Kuliah ini, UPNVY kembali posisinya sebagai perguruan tinggi yang inklusif. Terbuka bagi seluruh kalangan, dan berperan aktif dalam mendukung tercapainya cita-cita pemerataan pendidikan di Indonesia.
Koordinator Kemahasiswaan UPNVY Marcus Kusnardijanto menuturkan, para penerima KIP Kuliah sebelumnya telah melalui seleksi yang ketat. "Berdasar kriteria yang mencakup kemampuan ekonomi dan capaian akademik, sehingga dipastikan ini tepat sasaran," sebutnya.
Marcus berharap bahwa program KIP tersebut dapat memberikan dampak positif bagi para penerima. Sekaligus bisa mendukung visi UPN dalam mencetak lulusan yang kompeten, berintegritas, serta berjiwa nasionalisme yang kuat.
Disebutkan, lewat KIP Kuliah, para mahasiswa mendapatkan bantuan biaya pendidikan penuh hingga lulus. Serta uang saku setiap semester untuk mendukung kebutuhan hidup mereka selama masa studi.
"Penyaluran KIP ini untuk memastikan bahwa pendidikan tinggi dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi," ujarnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa penerima KIP Kuliah Lordasohor Gen Tamtomo Katiga mengaku terbantu dengan beasiswa tersebut. Mengingat ibunya merupakan orang tua tungga.
"Sangat membantu dari segi bantuan biaya pendidikan. Apalagi, saya awalnya tidak mau kuliah karena tidak ada dana," ujar mahasiswa Prodi Hubungan Masyarakat ini. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita