JOGJA - Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) Yogyakarta menggelar Pameran Kewirausahaan Jumat (15/11/2024). Kegiatan yang bertajuk Young Entrepreneur Day 2024 ini diikuti oleh sekitar 300 mahasiswa tingkat D3 maupun S1.
Dosen Entrepreneur Stipram Ertanta Ari Sudanang menyebut, pameran ini bertujuan untuk melatih mahasiswa agar bisa membuat rencana bisnis. Selain itu, para mahasiswa juga dilatih untuk bisa berinovasi dalam membuat produk yang bisa diperjualbelikan.
Baca Juga: Paslon 02 Dokter Hasto Wawan, Komitmen Ciptakan Fasilitas Publik Bersih & Asri
"Antusiasme sangat tinggi, beberapa mahasiswa restock produk sampai enam kali karena kelarisan," tuturnya di Kampus Stipram, Banguntapan, Bantul.
Terdapat berbagai macam produk hasil kreativitas mahasiswa. Baik berbentuk barang maupun jasa. Ada kerajinan, aneka macam produk olahan. Semuanya nanti akan menjadi bahan pertimbangan penilaian oleh dosen pengampu mata kuliah entrepreneur.
Baca Juga: Masuk Musim Hujan Wajib Waspada! Kasus DBD di Kota Jogja Naik Signifikan dan Pasien Didominasi Anak-Anak
"Banyak produk baru, mahasiswa bukan hanya followers tetapi menjadi pionir munculnya produk baru," bebenya.
Dosen pembimbing Yerika Ayu Salindri menambahkan, acara tersebut merupakan implementasi teori yang didapatkan mahasiswa saat di kelas. Sesuai dengan bidang kampus yakni pariwisata, pengetahuan tentang food and beverage dinilai penting.
Baca Juga: Rektor UIN Sunan Kalijaga dan Gusdurian Teken MoU untuk Penguatan Kebebasan Beragama
"Barangkali itu menjadi peluang para mahasiswa untuk bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri esoknya," ujarnya.
Dosen pengampu kelas entrepreneur Stipram Rosalina Nur Anisa menambahkan, pembelajaran teoritis yang diterima mahasiswa masih dinilai tidak cukup. Itu harus dibarengi dengan materi praktik yang mendorong mahasiswa belajar di lapangan.
Baca Juga: Masuk Musim Hujan Wajib Waspada! Kasus DBD di Kota Jogja Naik Signifikan dan Pasien Didominasi Anak-Anak
"Selain menciptakan produk, mereka harus tahu bagaiaman memasarkan hingga mengenal sistem pembayaran modern," bebernya.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang mempunyai ide atau produk terbaik. Penilaian mencakup inovasi, hasil penjualan, dan kualitas bisnis plan.
"Mahasiswa dapat mengembangkan jiwa kewirausahaan mereka dan membawa potensi ini kembali ke daerah masing-masing,” ujarnya. (oso/eno)