Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Minimalisasi Plagiasi dengan AI, Sekolah Vokasi UGM Gencarkan Output Pembelajaran Berupa Alat dibanding Paper

Fahmi Fahriza • Senin, 4 November 2024 | 15:00 WIB

Dekan Sekolah Vokasi UGM Agus Maryono
Dekan Sekolah Vokasi UGM Agus Maryono
 

SLEMAN - Perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan jadi salah satu komponen yang kini cukup masif digunakan. Tidak terkecuali di sektor pendidikan.

Bahkan penggunaan AI tak dapat dicegah. Namun, bisa diminimalisasi. Salah satunya dengan output pembelajaran berupa alat atau proyek, dan bukan berbasis paper atau makalah. Metode ini pun diterapkan oleh Sekolah Vokasi (SV) UGM. “Hal-hal itu tidak bisa dilakukan dengan AI. AI mungkin bisa memberi petunjuk, tapi riilnya tetap dilakukan oleh orangnya langsung," beber Dekan SV UGM Agus Maryono Minggu (3/11/2024).

Di SV UGM sendiri, output berbasis praktik sejatinya sudah berkisar di angka 65 persen. Dia memproyeksikan, persentase tersebut mungkin akan bertambah. Sebab ke depan, mahasiswa akan diarahkan pada solusi nyata berupa alat atau program. "Jadi bukan lagi dalam bentuk buku-buku tebal (tesis, makalah, atau paper, Red) yang pengerjaannya bisa menggunakan AI. Tapi peralatan yang harus dibuat, didemonstrasikan mahasiswa," tegasnya.

Meski demikian, Agus menyebut, AI tetaplah jadi komponen penting bagi mahasiswa. Bahkan, SV sendiri terbuka dan juga terus mengembangkan AI bagi setiap mahasiswa.

"Kita jamin mahasiswa punya literasi itu, kita juga punya dosen yang kompeten di bidang AI itu yang termasuk dua persen ilmuan berpengaruh di dunia," sebutnya.

Di samping itu, secara konsisten pihaknya juga terus mengakselerasi perubahan yang cepat. Menyiapkan mahasiswa dan dosen yang tanggap dengan perubahan dan tantangan di dunia yang kian dinamis. "Kita cukup terbuka merespons AI. Penting bagi mahasiswa untuk tahu sejauh mana batas penggunaan AI, sejauh ini belum ada regulasi yang mengatur penggunaannya," imbuhnya.

 Baca Juga: Alan Jose On Fire, PSS Sleman Taklukkan Persis Solo Untuk Keluar dari Zona Degradasi

Sementara itu, salah satu mahasiswa SV UGM Raka Andrean mengaku, penyelarasan antara paper dan praktik atau pembuatan alat sama-sama penting untuk dikuasai. Baginya, output berupa alat atau praktik bisa membuat mahasiswa reaktif. Sebag melibatkan kerja sama, pemecahan masalah di lapangan, hingga pembiasaan untuk berdialog dan negosiasi di publik. "Kalau bikin alat kan seringnya tim, ada aspek pembelajaran penting di sana," urainya. (iza/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#output #paper #alat #sekolah Vokasi UGM #ai #kecerdasan buatan #proyek #pembelajaran #sektor pendidikan #Artifical Intelligence #Makalah