RADAR JOGJA - Bidang seni dan budaya jadi hal yang secara personal disukai oleh Rahmatan Amartya Ula. Menariknya hal itu cukup berseberangan dengan jurusan kuliahnya.
Perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur ini berstatus sebagai mahasiswi Teknik Kimia international program (IP) UII angkatan 2021. "Meski jurusannya teknik kimia, tapi saya adalah orang yang suka mendengar musik, menari, dan sangat tertarik mendalami tari tradisional," katanya Minggu (13/10/2024).
Sejauh ini, Amartya cukup berhasil untuk menyeimbangkan antara kuliah dan hobinya secara konsisten. Hal tersebut salah satunya terbukti dari ragam prestasi yang dimiliki, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.
Beberapa prestasinya antara lain adalah, Gold Medal International Innovation and Invention Competition 2024, penerima beasiswa unggulan UII sampai saat ini. Juara 2 ASEAN Hackathon Green Innovation Enterpreneurship 2024, hingga meraih gelar Puteri Kesenian dan Kebudayaan Indonesia 2024.
"Saat ini saya tergabung dalam organisasi Icon Jawa Timur, sebagai Puteri Kesenian Budaya Indonesia 2024 itu," ungkapnya.
Disebutkan, dia memang memiliki ketertarikan dan concern terhadap isu budaya. Dengan banyaknya digitalisasi dan globalisasi, banyak juga masyarakat yang semakin lupa terhadap kebudayaan asli Indonesia. "Sehingga saya di sini sebagai ambassador budaya bertugas mengingatkan kembali kebudayaan Indonesia," serunya.
"Selain itu, saya juga tertarik dengan isu lingkungan serta pengelolaan sampah," sambungnya.
Baca Juga: Tega Benar, Hanya karena Uang Arisan, Cokro Suparto Habisi Istrinya di Rumah Sendiri
Ke depannya, Amartya masih ingin terus berkontribusi dan meningkatkan kompetensi dirinya dalam banyak aspek. Dia juga mencanangkan, targetnya satu tahun kedepan adalah fokus menyelesaikan studi di UII, dan melaksanakan beberapa kegiatan kebudaayan.
"Seperti jadi juri di event duta budaya, dan target lain mengembangkan alat Incinerator berbasis IoT bersama tim dengan support UII," tutur perempuan yang bercita-cita jadi process engineer di perusahan minyak dan gas ini. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita