RADAR JOGJA - Apa jadinya jika dalam satu keluarga terdiri dari beberapa penganut agama berbeda. Itulah gambaran Film "Liang" karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Mengisahkan tentang perbedaan agama dalam satu keluarga. Meskipun keluarga tersebut hidup rukun, sebuah peristiwa muncul ketika ibu yang beragama Islam meninggalkan wasiat untuk dimakamkan di samping sang ayah yang beragama Katolik. Wasiat ini menimbulkan kebingungan dan perdebatan di antara anak-anak mereka, Yanti yang beragama Islam dan Supri yang beragama Katolik.
Karenanya tiga mahasiswa UMY meraih apresiasi dalam Festival Film Moderasi Beragama (FFMB), melalui Film Liang yang mereka produksi. Festival film yang mereka ikuti, diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia, di Balai Litbang Agama Jakarta akhir Agustus lalu.
Tiga mahasiswa UMY itu adalah Marcellino Jhonanda sebagai sutradara, Handarbe Linuwih penulis naskah, dan Yaiba Kallani sebagai editor. Film Pendek berjudul ”Liang” yang meraih apresiasi di Festival Film Moderasi Beragama itu, berdasarkan karya skripsi dari tiga mahasiswa Prodi Komunikasi UMY itu.
Marcellino berharap film ini dapat menggambarkan keberagaman di Indonesia dan menyuarakan pentingnya toleransi beragama. “Kami ingin menunjukkan bagaimana keberagaman agama dalam sebuah keluarga dapat menghadapi tantangan tanpa harus memihak salah satu sisi,” jelasnya.
Sampai saat ini, film 'Liang' sudah dikirim ke 30 lebih festival film, baik yang level nasional maupun ke festival internasional.
Yang lebih spesial, film yang mereka buat meraih special mention setelah berhasil masuk ke 3 besar dalam dua dari tiga nominasi yang diperlombakan. Sebelumnya, film ini juga berhasil menembus 8 besar di tiga kategori nominasi, yaitu Film Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Skenario Terbaik.
Editor : Heru Pratomo