Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mahasiswa UNY Berhasil Membuat Obat Bius Ikan Air Tawar dari Daun Pepaya

Fahmi Fahriza • Senin, 12 Agustus 2024 | 04:47 WIB

 

 

INOVTIF: Mahasiswa UNY saat menunjukkan inovasi karya berupa obat bius ikan tawar dari daun pepaya.
INOVTIF: Mahasiswa UNY saat menunjukkan inovasi karya berupa obat bius ikan tawar dari daun pepaya.

RADAR JOGJA - Inovasi dilakukan oleh kelompok mahasiswa dari prodi Teknik Industri Fakultas Teknik UNY. Mereka adalah Yossy Prananda, Rahma Qurraeta, Orisca Jihan, dan Naf’an Afif yang menggagas obat bius ikan air tawar berbahan dasar daun pepaya. 

Yossy menyebut, dalam dunia perikanan, terutama sektor jual beli ikan hias, penggunaan obat bius atau anestesi jadi salah satu aspek penting dalam pemeliharaan ikan. Khususnya untuk mengurangi risiko cedera atau stres saat dilakukan prosedur medis.

"Meski berbagai jenis obat bius sintetis telah dikembangkan, namun dampak akan lingkungan yang ditimbulkan seperti residu sisa obat masih mengkhawatirkan," bebernya kemarin (11/8).

Selain itu, disebutkan bahwa harganya yang cukup tinggi juga menjadi kendala berarti bagi sebagian besar pedagang ikan hias. "Dari sana, muncul ide membuat cairan anestesi alami sebagai solusi dari masalah itu," lontarnya. 

Rahma menambahkan, setidaknya ada dua jenis anestasi komersial yang cukup umum digunakan. Yaitu agen alami dan sintetis. Namun dalam praktiknya, agen sintesis kini banyak dilarang untuk digunakan. "Sebab masalah residu dan keamanan," tuturnya.

"Agen alami lebih dikembangkan dan diperkirakan punya prospek cerah di masa depan," sambungnya.

Disebutkan, ada beberapa bahan sintetis yang sering digunakan untuk membius ikan. Antara lain tricaine methanesulfonate, phenoxy ethanol, dan etomidate. 

Lalu soal pemilihan daun pepaya (carica papaya) sendiri, karena daun pepaya telah dikenal memiliki berbagai senyawa. Seperti alkaloid, saponin, dan tanin yang baik untuk proses anestesi ikan tawar. 

Dalam pengadaan bahan bakunya, daun pepaya juga mudah ditemukan di mana saja. Namun hingga saat ini, penggunaannya masih jarang dan hanya menjadi limbah tidak terpakai.  "Kami buat obat bius atau anestesi dari daun pepaya yang dinamai Pepaya Imotilisasi Ikan (Pamoka)," paparnya.

Diungkapkan, saat ini Pamoka sudah dijual Rp 120.000 per produk. Berisi 100 ml ekstrak daun pepaya. "Sebotol bisa dipakai lebih dari 50 kali, tergantung jenis ikan yang dianestesi," serunya.

Orisca menyebut, metode untuk mengekstrak daun pepaya menggunakan maserasi dengan pelarut metanol. Ekstrak lalu diuji ke beberapa ikan air tawar baik ikan konsumsi atau ikan hias. “Terbukti dapat menjaga ikan tetap hidup selama kurang lebih satu jam di luar air," bebernya.

Larutan ini, juga bisa dipakai sebagai bahan imotilisasi alami pada uji transportasi ikan hidup. Dengan tingkat kelulusan hidup tertinggi pada kisaran waktu 1-2 jam. Konsentrasi terbaik berada pada nilai 52,25 ppm dengan kelulusan hidup 100 persen. "Riset ini akan dikembangkan lagi, dan diuji soal efektivitas larutan ekstrak sebagai imotilisasi alami pada ikan air tawar lain," ucapnya. (iza/eno)

Editor : Satria Pradika
#UNY #Mahasiswa UNY #obat bius #ikan air tawar