Proses belajar mengajar secara daring ini memiliki tantangan tersendiri bagi beberapa pihak yang terlibat. Apalagi bagi guru, menyiapkan materi secara daring butuh effort yang besar dibandingan penyampaian materi secara tatap muka di kelas.
Program Studi Fisika Melins (Metrologi, Material Elektronika, dan Instrumentasi) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogjakarta kembali bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Islam (YAPIN) Nurul Huda kelurahan Serut, Gedangsari, Gunung Kidul mengadakan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, Selasa (20/4).
Ketua Tim Pelaksana, Qonitatul Hidayah, memastikan siswa memahami dan menguasai materi yang disampaikan secara daring, guru harus memikirkan cara kreatif dalam menyampaikan materi.
"Selain itu, pembelajaran daring juga mempersulit guru untuk menilai dan mengecek apakah siswa tersebut paham dengan materi yang disampaikan,” ujarnya.
Damar Yoga Kusuma menambahkan, dari segi siswa sendiri, pembelajaran daring memiliki kendala juga, siswa menjadi mudah bosan dan kehilangan fokus akibat minimnya interaksi antara guru-siswa dan sesama siswa ketika berdiskusi.
"Pembelajaran daring lebih sering pembelajaran satu arah, guru menjelaskan materi dan siswa hanya menyimak. Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri, pemahaman siswa akan materi yang disampaikan guru dan rawan ketidakikutsertaan siswa dalam pembelajaran," ungkapnya.
Terkadang, kata Qonitatul Hidayah, siswa juga beralasan sinyal yang ngadat, susah ataupun hilang. Hampir semua pelaksana dan pengguna daring permasalahannya adalah sinyal.
“Bukan berarti jika sinyal susah, kemudian pembelajaran diganti dengan tugas. Apalagi pemberian tugas yang sangat banyak tanpa disertai penjelasan dari guru. Hal ini, dapat lebih menyulitkan bagi siswa dan orang tua sebagai pendamping pembelajaran di rumah,” paparnya.
Hal inilah yang mendorong Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UAD untuk menciptakan terobosan baru dalam pembuatan media pembelajaran yang efektif-interaktif untuk menunjang pembelajaran secara daring. Beberapa penelitian juga menyebutkan kualitas media pembelajaran yang baik dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam menerima materi dari guru.
Ketua YAPIN Nurul Huda Serut Triyono berterima kasih atas terselenggaranya pelatihan dan pendampigan dalam pembuatan media pembelajaran efektif-interaktif guru-guru di Kelurahan Serut, Gedang Sari, Gunung Kidul.
“Semoga kerjasama di bidang pendidikan ini dapat berkelanjutan dan berkesinambungan seperti program-program lain yang telah terlaksana sebelumnya dengan Program Studi Fisika UAD. Kami sangat berterima kasih kepada Program Studi Fisika yang bersedia ikut membantu memajukan beberapa sektor di wilayah Kelurahan Serut, Gedang Sari, Gunung Kidul,” katanya. (*) Editor : Editor News