Baca Juga: Mengular hingga ke Jalan, Pengendara Lelah Hadapi Antrean SPBU di Bantul: Begini Keluhannya!
Ia meminta pihak yang kalah maupun pendukungnya dapat menerima hasil pemilihan setelah pemenang ditetapkan. Ia menilai pembelajaran mengenai demokrasi masih diperlukan. “Pembelajaran berdemokrasi itu faktanya masih kita perlukan. Tidak semua orang itu dewasa di dalam menghadapi kompetisi,” ujarnya.
Ia juga menghimbau agar persoalan akibat perbedaan pilihan tidak berlarut-larut. Setelah pemenang ditetapkan, seluruh pihak diminta kembali membangun hubungan sosial dan bersama-sama membangun desa.
“Kalau ada baper-baperan itu ya jangan lama-lama, harus ada rekonsiliasi. Semua harus kembali bersahabat, bersaudara untuk membangun desa,” ujarnya.
Baca Juga: Temu Karya Taman Budaya XXV Digelar di Jogja, 17 Daerah Bertukar Gagasan Pemajuan Kebudayaan
Selain itu, Halim mengimbau agar calon lurah tidak melakukan politik uang. Ia meminta seluruh calon maupun pihak yang terlibat dalam Pilur tidak menggunakan uang, beras, maupun bentuk iming-iming lainnya untuk memengaruhi pilihan masyarakat.
Untuk generasi milenial dan Generasi Z, lanjutnya, yang telah memiliki hak pilih, untuk turut menjaga kualitas demokrasi dalam pilur. Kelompok tersebut memiliki peran dan tanggung jawab dalam mendorong pelaksanaan demokrasi yang lebih berintegritas.
“Sebagai pemilih mayoritas, mereka punya peran dan tanggung jawab untuk menjadikan demokrasi kita ini lebih beradab,” tandasnya. (cr2/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita