BANTUL - Ajang Indonesia Roller Speed (IRS) yang memperebutkan Piala Bupati Bantul 2026 tak hanya menjadi ajang adu cepat atlet sepatu roda. Kompetisi tersebut menjadi arena untuk menjaring potensi atlet muda yang diharapkan mampu naik ke level nasional hingga internasional.
Humas IRS 2026 Mada mengatakan, kompetisi tersebut diarahkan untuk menemukan potensi muda yang nantinya dapat berkembang dan tampil pada ajang yang lebih tinggi.
“Untuk bisa berkancah ke event internasional ataupun untuk kelas nasional bisa di PON, bisa untuk di kelas yang lebih tinggi lagi, misal SEA Games, Asian Games,” ujar Mada kepada Radar Jogja, Senin (28/9/2026).
Baca Juga: Tahun Kedua Nakhodai PSIM Jogja, Van Gastel Pilih Menunggu Pembuktian Skuad Barunya
Ajang ini ditargetkan dapat menjaring seribu atlet dari berbagai daerah. Hingga 28 September 2026, sekitar 700 peserta telah mendaftar untuk mengikuti ajang sepatu roda tingkat nasional ini.
“Para peserta terbagi dalam tiga kelas, yakni pemula, standar, dan speed. Dari tiga kelas tersebut, peserta terbanyak berasal dari kelas pemula,” ujar Mada.
IRS Piala Bupati Bantul 2026 digelar di Sirkuit Sepatu Roda Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul pada 2-4 Oktober 2026. Kompetisi tersebut terbuka secara nasional. Sejumlah peserta dari luar daerah telah mendaftar. Jumlah peserta tersebut masih berpeluang bertambah karena pendaftaran baru ditutup pada 29 September. Penyelenggara menargetkan jumlah peserta berada di kisaran 1.000 orang.
Baca Juga: Kalah Tiga Kali Beruntun, Pelatih PSS Pieter Huistra Mengaku Tidak Dapat Teguran dari Manajemen
Proses pembinaan juga disiapkan bagi atlet yang menunjukkan performa menonjol. Penyelenggara menyiapkan penghargaan Most Valuable Player (MVP) disertai uang pembinaan.
Selain itu, uang pembinaan juga disiapkan bagi peserta yang mendapat juara 1, 2, dan 3. Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong atlet agar tidak berhenti pada kemenangan di satu event. Potensi yang muncul dari kompetisi diharapkan dapat terus dikembangkan hingga mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.
Terpisah, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, kompetisi nasional tersebut dapat menjadi momentum bagi perkembangan olahraga sepatu roda di DIJ, terutama Bantul. Terlebih, Bantul memiliki venue yang berstandar nasional. Kondisi tersebut membuat Bantul mampu menarik atlet dari berbagai daerah.
Baca Juga: Pieter Huistra Terus Racik Formula untuk Formasi PSS Sleman
Hal itu, dinilai dapat memberikan pengalaman tambahan bagi atlet terkhusus di Bantul. Mereka tidak hanya bertanding untuk mengejar hasil, tetapi juga dapat melihat kemampuan atlet dari daerah lain.
“Karena atlet-atlet Bantul terbiasa berkompetisi dengan atlet tingkat nasional. Dengan sendirinya nanti ada adaptasi-adaptasi, saling belajar,” ujarnya. (cr2/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita