BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyayangkan aksi oknum pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Muntuk, Kapanewon Dlingo, Bantul. Pegawai tersebut diduga mengolok-olok korban kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga viral di media sosial.
Halim meminta seluruh pegawai SPPG untuk tetap profesional, fokus pada tugas utamanya, serta tidak melontarkan komentar di luar kewenangan mereka. Menurut Halim, SPPG memegang tanggung jawab dominan dalam memastikan setiap porsi makanan yang dimasak dan dibagikan aman untuk dikonsumsi para penerima manfaat.
"Mestinya pegawai SPPG itu lebih fokus pada tugasnya. Enggak usah mengomentari hal-hal yang di luar kewenangan dia," tegas Halim saat ditemui wartawan, Senin (21/9).
Baca Juga: Derbi Madrid Sisakan Kontroversi, Komite Wasit Spanyol: Lee Kang-In Harusnya Kartu Merah
Ia berharap sikap tak terpuji semacam ini tidak terulang kembali di wilayah Kabupaten Bantul. Halim menekankan agar seluruh dapur SPPG memprioritaskan keamanan pangan guna mencegah munculnya kasus keracunan baru.
"Fokus saja petugas-petugasnya untuk memberikan layanan yang terbaik dan mencegah adanya keracunan. Stop keracunan MBG di Kabupaten Bantul," tegasnya.
Dampak dari polemik tersebut, operasional dapur SPPG di Muntuk, Dlingo, dipastikan berhenti beroperasi pada Senin (21/9).
Baca Juga: Kritik Pernyataan Menkeu, Hardjuno Wiwoho: Pelunasan Surat Utang Beda dengan Hak Tagih BLBI
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul Hermawan Setiaji membenarkan penghentian sementara aktivitas di fasilitas penyiapan gizi tersebut. "Tadi saya dapat laporan, biar cooling down dulu," ujar Hermawan.
Hermawan menambahkan, mengenai kepastian kapan dapur SPPG di Dlingo akan kembali beroperasi, pihaknya masih menunggu evaluasi menyeluruh dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Juga: BPKN Soroti Masalah Beras Fortifikasi, dari Mutu hingga Harga
"Nanti akan dievaluasi dari BGN dulu. Terkait keputusan teknis maupun kebijakan terhadap pegawai SPPG, itu sepenuhnya menjadi kewenangan BGN. Pemerintah kabupaten kapasitasnya memberikan dukungan," terangnya.
Hermawan turut mengimbau para pegawai yang bertugas di seluruh fasilitas SPPG agar lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial demi menjaga kepercayaan publik terhadap program MBG. (cr2)
Editor : Sevtia Eka Novarita