Atasi Kekeringan Jangka Panjang, BPBD Bantul Cari Sumber Mata Air Baru Akan Bangun Sumur Bor

Aris Romadhon • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 21:15 WIB
TERDAMPAK KEKERINGAN: Para warga sedang menyedot air menggunakan mulut di Sendang Wonosari, Imogiri. BPBD Bantul mulai merencanakan sumber mata air baru untuk penanganan kekeringan jangka panjang. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
TERDAMPAK KEKERINGAN: Para warga sedang menyedot air menggunakan mulut di Sendang Wonosari, Imogiri. BPBD Bantul mulai merencanakan sumber mata air baru untuk penanganan kekeringan jangka panjang. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTUL - Penanganan kekeringan di Kabupaten Bantul mulai diarahkan pada solusi jangka panjang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabuupaten Bantul meminta masyarakat aktif melaporkan lokasi yang dinilai berpotensi menjadi sumber mata air untuk pembangunan sumur bor.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Peralatan, Rehabilitasi, dan Konstruksi BPBD Kabupaten Bantul Antoni Hutagaol mengatakan, pembangunan sumur bor di titik yang memiliki potensi sumber air dinilai dapat memberikan manfaat lebih panjang dibandingkan penyaluran air bersih saat kekeringan terjadi.

"Kami minta warga untuk aktif berkomunikasi dan menyampaikan jika ada lokasi yang berpotensi atau potensi titik sumber mata air baru di lingkungan sekitar," ujar Antoni Minggu (20/9).

Baca Juga: BGN DIY Pecat Pegawai SPPG Dlingo yang Diduga Nerempati

Menurutnya, informasi dari masyarakat akan menjadi bahan bagi BPBD untuk memetakan lokasi yang membutuhkan intervensi. Data tersebut selanjutnya dihimpun dan diusulkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Selama ini, penanganan kekeringan di Bantul masih banyak mengandalkan droping air bersih ke wilayah terdampak. Meskipun cara tersebut penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ketika kondisi darurat, tetapi sifatnya hanya sementara.

Karena itu, BPBD mendorong pembangunan sumur bor di wilayah yang memiliki potensi sumber air. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif penyediaan air yang lebih berkelanjutan sehingga masyarakat tidak terus bergantung pada distribusi air ketika musim kering.

 Baca Juga: Belum Dibangun, 114 Gerai KDMP di Gunungkidul Masih Terkendala Lahan  

Namun, pembangunan sumur bor membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Untuk mengatasi keterbatasan pembiayaan, BPBD membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). "Saya belum tahu harga pastinya, tapi sepertinya memang mahal," ujar Antoni.

Salah satu wilayah yang telah memiliki rencana pembangunan sumur bor berada di Kapanewon Pajangan. Rencana tersebut sebelumnya muncul melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). “Tapi untuk pelaksanaannya sepertinya belum," katanya.

BPBD Bantul berharap pembangunan infrastruktur sumber air tidak hanya bergantung pada pemerintah. Peran masyarakat dalam menemukan titik potensial serta dukungan pihak lain, termasuk swasta melalui CSR, dinilai dapat memperluas jangkauan penyediaan sumber air di wilayah yang rawan kekeringan. (cr2/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Kekeringan droping sumur bor BPBD Bantul sumber mata air