BANTUL - Bakteri Bacillus sp ditemukan pada sampel makanan program MBG yang disalurkan SPPG Patalan 2. Temuan itu merupakan hasil uji laboratorium yang dilakukan setelah muncul dugaan keracunan pada sejumlah siswa sekolah di Kapanewon Jetis.
Baca Juga: Usai 134 Siswa di Turi Keracunan akibat MBG, SPPG Wonokerto Minta Maaf, Siapkan Kompensasi
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul Samsu Aryanto mengatakan, bakteri itu diketahui dapat mengontaminasi makanan apabila proses pengolahannya kurang higienis. "Makanan atau bahan makanan yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang juga bisa terkontaminasi," ujarnya kepada Radar Jogja, Selasa (15/9).
Di sisi lain, Dinkes Bantul juga telah menyelesaikan pendataan terhadap sekolah-sekolah yang menerima MBG dari SPPG Patalan 2. Pendataan dilakukan untuk menelusuri siswa yang mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan pada Jumat (4/9), setelah terjadi dugaan keracunan setelahnya.
Baca Juga: Pemeriksaan Siswa Diduga Keracunan MBG di Jetis Bantul Ternyata Diminta Pihak Sekolah
Berdasarkan hasil pendataan, tidak ditemukan tambahan korban. Dengan demikian, total warga sekolah yang mengalami gejala dalam kejadian itu tercatat 71 orang. Jumlah ini berasal dari sekitar 1.300 ompreng atau porsi MBG yang didistribusikan. (cr2/laz)
Editor : Sevtia Eka NovaritaSumber : Radar Jogja