BANTUL - Delapan menit perjalanan melintasi Kelok 23 terasa belum cukup bagi sebagian pengendara. Begitu panorama laut terlihat di sisi jalan, sejumlah pengendara memilih menepi. Ada yang mengeluarkan ponsel untuk mengabadikan pemandangan, ada pula yang turun sejenak menikmati suasana jalur baru Kretek-Girijati yang mulai diuji coba Senin (14/9).
Sisi jalan semakin penuh dengan munculnya pedagang asongan. Mereka berhenti di pinggir jalan sambil menawarkan dagangan kepada pengguna jalan.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY AKBP Widya Mustikaningrum telah mengimbau masyarakat agar tidak berhenti maupun memarkir kendaraan di sepanjang Kelok 23. “Termasuk juga berjualan di sepanjang jalan nasional,” tegasnya.
Menurut Widya, kendaraan yang berhenti di jalur dapat mengganggu kelancaran lalu lintas sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kelok 23 merupakan bagian dari jalan nasional sehingga masyarakat tidak diperbolehkan berhenti maupun parkir sembarangan.
“Karena ini jalan nasional, dilarang untuk berhenti, apalagi parkir di sepanjang jalan ini,” ujarnya.
Untuk mendukung pengawasan, Ditlantas Polda DIY menyiapkan dua pos. Satu pos berada di bagian awal jalur, sedangkan pos lainnya direncanakan berada di kawasan rest area yang juga akan difungsikan sebagai gardu pandang.
Rest area tersebut nantinya dapat menjadi lokasi masyarakat untuk berhenti dan menikmati pemandangan dengan lebih aman tanpa mengganggu arus lalu lintas.
Widya kembali mengingatkan masyarakat yang menjajal Kelok 23 agar mengutamakan keselamatan. Bukan sekadar mengejar kecepatan atau menikmati pemandangan.
Uji coba Kelok 28 akan dilakukan selama sepekan mulai 14-20 September 2026. Masyarakat diperbolehkan melintas mulai pukul 06.00 hingga 18.00. Namun, untuk sementara jalur tersebut belum dapat dilewati bus maupun kendaraan berat.
Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah DIY Tisara Sita mengatakan, kendaraan yang diperbolehkan melintas saat uji coba hanya roda dua dan maksimal roda empat. Pembatasan dilakukan karena masih terdapat paket pekerjaan lanjutan di bagian akhir jalur. “Proyek tersebut menangani penurunan grade atau kelandaian jalan sepanjang sekitar 980 meter,” kata Tisara.
Pekerjaan lanjutan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 12 bulan atau sekitar Agustus 2027. Setelah pekerjaan itu rampung, kendaraan berat baru dapat melintas. “Untuk manuver kendaraan berat masih belum bisa (saat ini, Red),” ujarnya.
Setelah masa uji coba berakhir, Satker PJN akan melakukan evaluasi pada 21 September. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan apakah jalur sudah memenuhi syarat untuk dibuka bagi masyarakat secara umum.
“Apabila hasil evaluasi itu memang memenuhi syarat, kita langsung buka untuk umum, tetapi hanya untuk kendaraan maksimal roda empat,” jelas Tisara.
Selain memangkas waktu tempuh, jalur baru Kretek-Girijati diharapkan meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus menjadi penghubung Bantul dan Gunungkidul. Selisih waktu tempuh dengan jalur lama memang hanya sekitar empat menit. Namun, dari sisi keselamatan, jalur baru dinilai lebih baik.
Dia pun meminta agar pengendara tidak kehilangan konsentrasi atau berhenti sembarangan hanya untuk menikmati panorama. Salah satu titik yang perlu diwaspadai berada di sekitar kilometer 2.500. Di lokasi tersebut terdapat ruas menanjak dan tikungan yang berpotensi membuat pengendara mengurangi kecepatan atau berhenti karena tertarik dengan pemandangan. (cr2/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita