Diduga Keracunan MBG, Siswa SDN 1 Sumberagung Bantul Tetap Ikuti Lomba Pakai Popok

Aris Romadhon • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 20:38 WIB
PERSIAPAN: Para siswa di SDN 1 Sumberagung, sebelum berangkat untuk mengikuti lomba Gurit Rinawit tingkat Provinsi pada Selasa (8/9/2026). (Istimewa)
PERSIAPAN: Para siswa di SDN 1 Sumberagung, sebelum berangkat untuk mengikuti lomba Gurit Rinawit tingkat Provinsi pada Selasa (8/9/2026). (Istimewa)

BANTUL - Empat dari sembilan siswa SDN 1 Sumberagung yang mengikuti lomba Gurit Rinawit tingkat provinsi Selasa (8/9/2026), masih mengalami mulas setelah diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) Jumat (4/9/2026) lalu. Meski kondisi belum pulih dan dua siswa lainnya masih pusing, mereka tetap mengikuti lomba dengan mengenakan popok sebagai antisipasi diare.

Kepala SDN 1 Sumberagung Parjiyatmi mengaku, kondisi tersebut sempat membuatnya panik. Di satu sisi, membatalkan keikutsertaan berarti menghilangkan kesempatan bagi siswa yang telah ditunjuk mewakili Kabupaten Bantul. Namun di sisi lain, memaksa mereka tampil dalam kondisi sakit juga bukan pilihan mudah.

Dua siswa lainnya mengalami pusing. Beberapa di antaranya bahkan masih tampak pucat ketika harus mempersiapkan diri mengikuti perlombaan. “Akhirnya, para siswa memutuskan tetap mengikuti lomba. Wali murid mengizinkan dan memberikan dukungan,” katanya saat ditemui di sekolah, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: Uneg-Uneg Kepala Daerah: Otonomi Makin Sempit, Jakarta Makin Jauh

Sementara para guru mencari cara agar para siswa merasa lebih aman selama berada di lokasi perlombaan. Parjiyatmi bersama para guru kemudian meminta para siswa menggunakan popok atau pampers saat tampil.

Para murid pun menyetujuinya. Langkah tersebut dipilih sebagai bentuk antisipasi karena para siswa masih mengalami mulas dan dikhawatirkan kembali mengalami diare ketika perlombaan berlangsung.

“Karena siswa masih mengalami mulas dan dikhawatirkan kembali mengalami diare ketika perlombaan berlangsung,” ujarnya.

Baca Juga: Mazda Bawa Tiga SUV Terbaru ke BCA Autoshow Yogyakarta 2026, CX-5 hingga CX-60 Sport Jadi Andalan

Sebelum keberangkatan, dia sempat memastikan kondisi para siswa. Kepada siswa yang masih mengeluhkan mulas, ia meminta mereka mempertimbangkan kembali apakah masih sanggup tampil dalam perlombaan.

Namun, para siswa tersebut tetap menyatakan sanggup. Terlepas dari pilihan itu, Parjiyatmi merasa iba melihat kondisi para muridnya. Ia juga merasa terharu melihat semangat anak didiknya yang tetap berusaha tampil meski kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.

Parjiyatmi menceritakan, kondisi tersebut membuat penampilan para siswa tidak maksimal. Keadaan fisik yang belum sehat membuat mereka tidak dapat tampil seperti ketika berada dalam kondisi sehat. “Masih mulas, masih pucat-pucat sehingga kemarin tampilnya enggak maksimal juga, tapi sudah Alhamdulillah kejuaraan tetap kita raih,” ujarnya. (cr2/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
SDN 1 Sumberagung keracunan mbg lomba Popok Bantul