BANTUL - Rentetan keracunan usai mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) terjadi di DIJ. Sebelum kasus terakhir di Kapanewon Turi, Sleman yang menimpa puluhan siswa dari tiga sekolah, ternyata di Bantul sebelumnya juga terjadi.
Peristiwa di Kabupaten Bantul ini menimpa 53 orang di SDN 1 Sumberagung, Kapanewon Jetis. Ke-50 korban terdiri atas 50 murid dan tiga staf/guru. Kejadiannya pada Jumat (4/9) lalu dan hingga Selasa (8/9) masih ada korban yang belum masuk sekolah.
Kepala Sekolah SDN 1 Sumberagung Pariyatmi mengungkapkan, pada Jumat itu sebenarnya sudah ada guru yang curiga, karena menemukan kondisi galantin dalam ompreng yang sama memiliki tekstur berbeda. Siang harinya, ada murid yang mengalami diare, sakit perut, dan pusing.
Baca Juga: Ratusan Ibu-Ibu di Jogja Long March sambil Pukul Panci, Desak Pemerintah Hentikan Program MBG
Namun, wali murid saat itu menganggap siswa hanya masuk angin biasa. Pada Minggu (6/9) siang, salah seorang guru izin menginformasikan dia mengalami pusing, mual, muntah, diare, dan lemas hingga sulit bangun.
Setelah itu, guru kelas menanyakan kondisi siswa melalui grup wali murid. Dari komunikasi itu diketahui terdapat 53 orang mengalami keluhan serupa, terdiri atas 50 murid dan tiga staf/guru. Pihak sekolah kemudian melaporkan kondisi ini kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait.
Hingga Selasa (8/9), dua murid masih menjalani rawat inap, sementara satu guru masih belum masuk karena sakit. Ketiganya merupakan bagian dari 53 orang yang sebelumnya didata mengalami keluhan.
Salah seorang guru SDN 1 Sumberagung yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, gejala yang dialami rata-rata berupa mual, diare, dan sakit perut. Beberapa juga mengalami demam. Menu MBG yang dibagikan pada Jumat itu terdiri atas potato wedges, buah semangka, sayur buncis dan wortel, tempe garit, serta bistik galantin.
Ia mengatakan pihak sekolah belum mengetahui apakah biaya perawatan murid yang menjalani rawat inap akan ditanggung oleh SPPG. Sejauh yang diketahui, pihak SPPG baru melakukan kunjungan dengan membawa dokter.
Baca Juga: 45 Siswa di Turi Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Sampel Makanan Diperiksa di Laboratorium
"Kita yang tahu cuma kemarin visit ke sini bawa dokter. Kalau rembugan yang opname itu mau ditanggung sana, kita belum tahu," ujarnya (8/9).
Sekolah juga telah menghentikan penerimaan MBG sejak Senin (7/9). Selain itu, sekolah juga meminta pertanggungjawaban SPPG atas kerugian yang dialami pihak terdampak.
Hingga Selasa, belum ada data terbaru mengenai tambahan orang yang mengalami gejala serupa. Jumlah keseluruhan siswa SDN 1 Sumberagung sendiri sebanyak 227 orang. (cr2/laz)
Editor : Sevtia Eka NovaritaSumber : Radar Jogja