Diduga Henti Jantung, Seniman Ketoprak Meninggal Dunia saat Pentas di Panggung

Aris Romadhon • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:00 WIB
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTUL - Seorang seniman ketoprak Sarjiyono alias Mbetut, 62, meninggal dunia saat tampil dalam pentas ketoprak pada acara perayaan Agustusan di Padukuhan Petung, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul Selasa (18/8). Korban diduga meninggal akibat henti jantung.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Sarjiyono dinyatakan meninggal dunia akibat henti jantung. "Dari keterangan keluarga, korban juga memiliki riwayat jantung," ujar Rita, Jumat (21/8).

Peristiwa tersebut terjadi ketika korban mengikuti pentas seni ketoprak Karya Budaya bertajuk "Ontran-Ontran Kademangan Dadapan". Dalam pertunjukan itu, Sarjiyono berperan sebagai panjak.

Baca Juga: Masyarakat Diajak Lihat Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 281 Meter lewat IDME 2026

Awalnya, korban masih mengikuti jalannya pertunjukan seperti biasa. Namun, saat memasuki adegan gandrung dengan memeluk lawan mainnya, korban tiba-tiba jatuh tengkurap di atas panggung.

Melihat kejadian tersebut, saksi bersama sejumlah kru pertunjukan langsung mendatangi korban yang masih tergeletak di atas panggung. Korban kemudian dibawa menggunakan mobil menuju PKU Muhammadiyah Gamping untuk mendapatkan pertolongan medis.

Setibanya di rumah sakit, korban langsung mendapat penanganan di unit gawat darurat. Namun, setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.34 WIB.

Baca Juga: Dinsos Kulon Progo Buka Suara Soal Perubahan Desil DTSEN dan Mekanisme Banding Bansos

Istri korban, Siti Rokanah, bersama keluarga kemudian datang ke rumah sakit setelah mendapat kabar mengenai kejadian tersebut. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dibawa pulang dan dimakamkan di Dusun Ngrame, Tamantirto, Kasihan, Bantul. (cr2)

Editor : Sevtia Eka Novarita
sarjiyono mbetut henti jantung seniman ketoprak polres bantul