Muara Baros Kembali Tersumbat Pasir Pantai, Lahan Pertanian di Pesisir Bantul yang Terendam

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:09 WIB
MELUAS: Lurah Tirtohargo Sugianto menunjuk lahan pertanian warganya yang terdampak sumbatan pasir di Muara Baros, Rabu (13/8/2026). (Foto: Cintia Yuliani/Radar Jogja)
MELUAS: Lurah Tirtohargo Sugianto menunjuk lahan pertanian warganya yang terdampak sumbatan pasir di Muara Baros, Rabu (13/8/2026). (Foto: Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTUL - Air laut kembali merendam lahan pertanian warga Tirtohargo, Kretek dan Srigading, Sanden, Kamis (13/8/2026). Meskipun pada Rabu (12/8/2026) warga membuat saluran air serta bantuan satu alat berat telah dikerahkan dan berhasil membuka sumbatan air di Muara Baros. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo mengatakan, alat berat berupa backhoe excavator telah dikerahkan, Rabu (12/8/2026) sore. Sumbatan pasir di Muara Baros sempat terbuka, tetapi gelombang tinggi kembali menerjang, sehingga malam harinya pasir kembali menyumbat di Muara Baros.

"Sumbatannya sudah dibuka kemarin, selesai magrib, tersumbat lagi, hari ini mau dibuka lagi," katanya.  Pembukaan sumbatan membutuhkan alat berat, karena tidak bisa ditangani hanya dengan cara manual. Pasalnya, sumbatan cukup besar.

Baca Juga: 30 Tahun Kasus Udin, Keadilan Masih Menggantung

Menurutnya, persoalan ini bukan kali pertama terjadi di kawasan pantai selatan (pansela) Bantul. Ini menjadi fenomena tahunan yang terjadi pada Agustus 2026 hingga September 2026. 

Karena persoalan itu berkaitan dengan kondisi pesisir dan gelombang laut, Joko mengatakan penanganan jangka panjang ada di luar kewenangannya. Sementara ini pihaknya memilih fokus untuk melakukan penanganan membuka sumbatan yang terjadi karena pasir dari gelombang besar.

"Setiap tahun memang kami melakukan penanganan dengan mengerahkan alat berat untuk membuka sumbatan," tuturnya.

Sementara itu, Lurah Tirtohargo Sugianto mengatakan, karena Muara Baros tersumbat kembali, luasan lahan yang terdampak bertambah 10 hektare. Maka dari itu, sekitar 70 warga melakukan kerja bakti sejak pagi untuk membantu membuka saluran air ke luat dibantu dengan alat berat.

Baca Juga: Sabtu, PSS Sleman Uji Coba Meawan Persita Tangerang; Digelar secara Tertutup

"Volume air yang ke lahan pertanian warga juga bertambah banyak kalau dibanding kemarin," katanya.

Diberitakan sebelumnya, gelombang tinggi di pansela mengakibatkan Muara Baros tersumbat pasir dari laut, Rabu (12/8/2026). Sehingga lahan pertanian di Kalurahan Tirtihargo, Kretek sebanyak 35 hektare dan Kalurahan Srigading, Sanden sebanyak 20 hektare terendam. Total 55 hektare lahan pertanian terdampak dan terancam gagal panen. (cin/laz) 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
muara baros backhoe excavator Srigading pansela lahan pertanian