Pemkab Bantul Targetkan Kemiskinan Turun Jadi Sepuluh Persen Tahun Ini

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 18:45 WIB
Kepala Seksi Pengelolaan Bantuan Sosial dan Penanganan Korban Bencana Dinsos Kabupaten Bantul Jazim Ahmadi. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Kepala Seksi Pengelolaan Bantuan Sosial dan Penanganan Korban Bencana Dinsos Kabupaten Bantul Jazim Ahmadi. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menargetkan angka kemiskinan turun di angka 10 persen pada 2026. Berbagai program lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dioptimalkan untuk menekan angka kemiskinan yang saat ini masih mencapai 11,54 persen atau sekitar 270 ribu jiwa.

Kepala Seksi Pengelolaan Bantuan Sosial dan Penanganan Korban Bencana Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bantul Jazim Ahmadi mengatakan, dinasnya mengurangi beban masyarakat melalui berbagai program jaminan sosial. Seperti pemberian bantuan sosial, bantuan sembako, hingga jaminan kesehatan daerah.

Baca Juga: Pelepasan Paskribaka,‎ ‎1.600 Peserta Akan Meriahkan Apel dan Aubade Bulan Kemerdekaan di Gunungkidul

Jazim menyebut, dari 17 kapanewon di Bantul, Kapanewon Imogiri masih menjadi wilayah dengan angka kemiskinan tertinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, terutama aspek demografi. Selain memiliki jumlah penduduk yang padat, wilayah Imogiri juga cukup luas. “Sehingga penanganan kemiskinan memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif,” bebernya Jumat (31/7). 

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengatakan, tingginya angka kemiskinan dipengaruhi berbagai faktor. Selain tingginya angka pengangguran, munculnya keluarga baru yang belum memiliki kesiapan mengelola keuangan rumah tangga juga menjadi salah satu penyebab.

Pemkab Bantul dalam waktu dekat akan menggelar sosialisasi bagi calon pengantin bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Program tersebut bertujuan memberikan edukasi pengelolaan keuangan keluarga sejak awal pernikahan agar keluarga baru memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik.

Baca Juga: Kampus UPNVY Dorong Digitalisasi Tata Kelola Keuangan Pondok Pesantren Bina Umat

"Harapannya, mereka lebih siap membangun ekonomi keluarga sehingga dapat mencegah munculnya persoalan kemiskinan di kemudian hari," katanya.

Aris menambahkan, dampak kemiskinan juga berkaitan dengan sulitnya memperoleh pekerjaan yang berujung pada meningkatnya angka pengangguran. Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan warga.

Berbagai intervensi telah dilakukan, mulai dari penyaluran bantuan tunai, dukungan di bidang pendidikan, penyuluhan dan pembinaan masyarakat, hingga pelaksanaan program padat karya.

"Harapan kami, berbagai program tersebut dapat memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan angka kemiskinan di Bantul," tandasnya. (cin/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul angka kemiskinan kemiskinan faktor Pemkab Bantul