Kebakaran lahan melanda Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Bantul. Selama musim kemarau ini, peristiwa kebakaran bahkan telah terjadi hingga tiga kali di lokasi yang sama. Peristiwa terbesar terjadi pada Sabtu sore, yang menghanguskan sekitar satu hektare tanah kas desa dan lahan milik warga.
Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, menduga kebakaran dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan atau aktivitas warga yang membakar sampah. Kondisi angin yang kencang membuat kobaran api dengan cepat merembet ke sejumlah wilayah lain.
"Kebakaran bahkan meluas sampai ke wilayah Watu Gagak, Plencing, dan Nogosari," ujar Susilo saat dikonfirmasi, Minggu (26/7).
Kebakaran yang mulai terjadi pada Sabtu sore tersebut baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 22.00 WIB. Proses pemadaman memakan waktu cukup lama lantaran titik api menyebar di tiga lokasi berbeda.
"Meskipun meluas ke tiga wilayah, tidak ada kerugian bangunan. Hanya tanaman kecil dan daun-daun jati kering yang terbakar," tambahnya.
Baca Juga: Lee Kang-in Resmi Gabung Atletico Madrid dari PSG, Teken Kontrak Selama Lima Musim
Sementara itu, Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul, Kristanto Kurniawan, menjelaskan bahwa musim kemarau menjadi periode yang sangat rawan memicu kebakaran lahan. Selain vegetasi yang mengering, hembusan angin kencang menjadi akselerator penyebaran api.
"Kami menerjunkan dua armada pemadam kebakaran dan 10 personel untuk memadamkan api di Wukirsari," terang Kristanto.
Ia mencatat, sepanjang bulan Juni hingga 22 Juli, telah terjadi 62 kasus kebakaran di Kabupaten Bantul. Sebanyak 32 kejadian terjadi pada Juni, sedangkan 30 kejadian sisanya tercatat pada periode 1 hingga 22 Juli.
"Sebagian besar merupakan kasus kebakaran lahan. Penyebab paling dominan adalah aktivitas membakar sampah dan barang bekas, yaitu sebanyak 26 kejadian," tuturnya.
Selain kebakaran lahan di Imogiri, pada hari yang sama musibah kebakaran juga melanda sebuah gudang produksi sekaligus tempat oven bambu di Padukuhan Jati RT 06, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret. Kebakaran diduga akibat kebocoran bara api dari mesin oven.
Untuk memadamkan api di Pleret, BPBD Bantul mengerahkan empat armada pemadam kebakaran beserta 34 personel. "Kerugian materiil akibat kebakaran gudang tersebut ditaksir mencapai Rp2 miliar," jelasnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.
Baca Juga: Vozinha Resmi Gabung Colo Colo, Kiper Sensasional Piala Dunia 2026 Berlabuh di Chile
"Beberapa wilayah sudah mulai mengalami kebakaran, baik lahan maupun bangunan rumah. Kami meminta masyarakat untuk tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar. Para perokok juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan karena kondisi lahan yang kering sangat mudah tersulut api," tegas Mujahid.
Editor : Bahana.