Wamendikdasmen Tinjau Proyek TK Aisyiyah Banguntapan, Tegaskan Sekolah Swasta Berhak Dapat Revitalisasi

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 21:45 WIB
SIMBOLIS: Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Fajar Riza Ul Haq sedang melakukan peletakan baru pertama di TK Aisyiyah Pembina Banguntapan Jumat (24/7). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
SIMBOLIS: Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Fajar Riza Ul Haq sedang melakukan peletakan baru pertama di TK Aisyiyah Pembina Banguntapan Jumat (24/7). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTUL - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Fajar Riza Ul Haq menegaskan sekolah swasta memiliki hak yang sama dengan sekolah negeri untuk memperoleh bantuan pemerintah. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran revitalisasi bagi 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Termasuk sekolah yang dikelola masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Fajar saat menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) revitalisasi TK Aisyiyah Pembina Banguntapan, Bantul Jumat (24/7). "Kunjungan ini untuk memastikan pelaksanaan revitalisasi berjalan lancar dengan kualitas bangunan yang dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Baca Juga: Dukung Program Strategis Nasional, DPRD Kebumen Segera Bahas Raperda MBG

Revitalisasi TK Aisyiyah Pembina Banguntapan ini, lanjutnya, menggunakan dana APBN sebesar Rp 1,4 miliar. Proyek tersebut merupakan bagian dari program revitalisasi sekolah yang saat ini berlangsung di berbagai daerah ditargetkan selesai dalam empat bulan.

Menurut Fajar, pemerintah pusat terus mengawal pelaksanaan program tersebut melalui sinergi dengan pemerintah daerah. Serta penyelenggara pendidikan, termasuk Aisyiyah, Muhammadiyah, dan lembaga pendidikan swasta lainnya.

Baca Juga: Syafiq Raif Muzaffar, Siswa Kelas VIII SLB Islam Qothrunnada, Bantul; Keterbatasan Tak Memutuskan Semangat Berkarya di Bidang Luki

Ia menegaskan program revitalisasi tidak membedakan status sekolah. Pada 2025, sekitar 23 persen penerima bantuan revitalisasi secara nasional merupakan sekolah swasta. "Mudah-mudahan tahun ini sekolah yang dikelola masyarakat atau swasta mendapatkan kuota yang lebih proporsional," ujarnya.

Sebab, lebih dari 60 persen sekolah di Indonesia merupakan sekolah swasta. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan nasional tidak dapat dilakukan tanpa melibatkan sekolah-sekolah swasta.

Tahun ini, kata Fajar, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 91 triliun untuk merevitalisasi 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia. "Kalau di DIY saya belum cek angkanya karena masih berkembang terus," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan, 28 lembaga TK dan PAUD, baik negeri maupun swasta memperoleh bantuan revitalisasi tahun ini. Total APBN yang diterima mencapai Rp 22,8 miliar. "Revitalisasi di Bantul merata sebarannya karena memang umur sekolah sudah cukup lama," katanya. (cin/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
tk aisyiyah banguntapan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Fajar Riza Ul Haq bantuan sekolah swasta revitalisasi