Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi Disnakertrans Bantul Agung Kurniawan. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
BANTUL - Sebanyak empat pendaftar program transmigrasi di Bantul memperebutkan satu kuota yang disediakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul. Rencananya, satu peserta terpilih akan diberangkatkan pada triwulan akhir tahun ini, sekitar Oktober hingga Desember.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten Bantul Agung Kurniawan mengatakan, kuota tersebut merupakan transmigrasi pengganti. Peserta yang terpilih akan diberangkatkan ke Polewali Mandar, Sulawesi Barat, untuk menggantikan transmigran yang mengundurkan diri setelah sebelumnya menetap di lokasi tersebut. "Jadi itu terjadi kekosongan, makanya terus dilakukan transmigrasi pengganti," katanya, Selasa (21/7).
Agung menjelaskan, peserta transmigrasi pengganti tetap memperoleh fasilitas jaminan hidup. Namun, masa pemberian jaminan hanya enam bulan karena melanjutkan hak yang sebelumnya dimiliki transmigran yang mengundurkan diri.
"Jadi transmigran akan mendapatkan uang saku itu mendapat Rp 15 jutaan, rumah, 0,1 hektare lahan pekarangan, dan lahan harapan 0,9 hektare," katanya.
Menurut Agung, wilayah Polewali Mandar memiliki potensi yang dapat dikembangkan di sektor pertanian dan perkebunan, seperti sayuran, kopi, kakao, dan karet.
Ia menambahkan, calon transmigran harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya lolos tes kesehatan serta memenuhi ketentuan administrasi, kondisi keluarga, latar belakang, dan tempat tinggal.
Agung berharap program transmigrasi dapat menjadi peluang bagi masyarakat yang belum memiliki aset maupun pekerjaan untuk meningkatkan taraf hidup.
"Harapannya itu di sana dapat meningkat kesejahteraannya," pintanya. (cin)