Menolak Pakai Pelampung, Wisatawan Tenggelam di Sungai Oya Ditemukan Meninggal

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 15:04 WIB
Tim SAR Gabungan sedang mencari korban di lokasi kejadian Selasa (21/7) - Cintia Yuliani/Radar Jogja
Tim SAR Gabungan sedang mencari korban di lokasi kejadian Selasa (21/7) - Cintia Yuliani/Radar Jogja

BANTUL - Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban yang tenggelam di Lembah Sungai Oya, Plarangan, Imogiri, Selasa (21/7), di hari kedua pencarian. Korban, Taufan Aktafiama, 27, ditemukan pukul 12.10 oleh tim penyelam SAR Gabungan sekitar lima meter dari lokasi kejadian dengan kedalaman kurang lebih dua meter.

Koordinator Unit Siaga SAR DIJ Nugroho Adi mengatakan, pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian. Sejak pagi, tim dibagi menjadi empat SRU. SRU 1 menggunakan perahu rafting dengan alat bantu jangkar yang dipasang menggunakan tali panjang. SRU 2 menggunakan drone kapal yang dilengkapi sonar.

Selanjutnya, SRU 3 melakukan penyisiran melalui jalur air. Tim ini tidak menggunakan kapal, melainkan hanya mengenakan life jacket serta menggunakan alat bantu seperti galah.SRU 4 melakukan pemantauan dari jalur darat. 

"Area pencarian telah dipetakan dan dibagi berdasarkan kedalaman untuk memudahkan proses penyisiran,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian Selasa (21/7).

Baca Juga: Manuskrip Merapi-Merbabu di Magelang Simpan Misteri Literasi Kuno

Lanjutnya, satu tim penyelam dari Basarnas yang terdiri atas empat personel diterjunkan. Sortie pertama dilakukan hingga kedalaman sekitar delapan hingga sembilan meter, namun belum membuahkan hasil. Pada sortie kedua, penyelam bergeser mendekati dinding atau tebing sungai.

Nugroho menjelaskan, berdasarkan informasi dari pengelola, warga, dan saksi mata, korban yang merupakan warga Grujugan RT 6, Bantul, datang bersama temannya, Budhi Irawan, 23, warga Ngeposari, Semanu, Gunungkidul.

"Mereka awalnya mau berenang tanpa menggunakan life jacket," katanya.

Pihak pengelola sebenarnya telah mengingatkan bahwa seluruh pengunjung wajib menggunakan alat apung atau alat keselamatan saat berwisata di lokasi tersebut. Namun, saat itu hanya Budi Irawan yang mengenakan life jacket, sedangkan korban tetap menolak menggunakannya.

Keduanya kemudian berenang dan lepas dari pantauan pengelola. Budi teman korban tidak menyadari korban yang tidak mengenakan life jacket telah tenggelam.

"Jadi yang menggunakan life jacket itu kembali ke posisi tepian sungai," katanya.

Beberapa menit kemudian, temannya baru menyadari korban telah hilang. Ia kemudian meminta bantuan kepada pengelola. Dari hasil pemeriksaan awal, adanya indikasi korban mengonsumsi minuman beralkohol.

"Menurut keterangan teman korban, ada aroma alkohol dari korban, ditemukan ada botol bekas minuman alkohol di tas korban," tuturnya.

Pantauan Radar Jogja di lokasi sekitar pukul 10.00, puluhan personel Basarnas melakukan pencarian korban. Keluarga korban menunggu di tepi sungai, termasuk Budhi Irawan. 

Menanggapi informasi mengenai dugaan adanya pusaran air di Sungai Oya, Nugroho mengatakan hingga kini tim belum menemukannya.

"Tapi untuk kedalaman area wisata ini memang cukup bervariatif. Informasi yang kami terima dari pengelola, kedalamannya mencapai 12 meter," terangnya.

Baca Juga: Freddie Akhirnya Dievakuasi, Kuda Delman yang Ditemukan dalam Kondisi Memprihatinkan

Lanjutnya, kendala utama dalam proses pencarian bukan pada jarak pandang di bawah air yang relatif baik, melainkan kontur bebatuan yang menjadi hambatan bagi para penyelam. 

Menurut Nugroho, pengelola wisata sebenarnya telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dengan baik. Pengelola belajar dari kejadian tenggelam yang pernah terjadi sebelumnya ditempat yang berbeda hingga menyebabkan kawasan wisata sempat ditutup dan berdampak pada mata pencaharian warga.

Setelah tempat wisata dibuka kembali, pengelola melakukan berbagai pembenahan, termasuk mengikuti pelatihan penyelamatan di air yang diberikan Basarnas selama sekitar empat hari. Dalam SOP yang diterapkan, seluruh pengunjung diwajibkan mengenakan pelampung dan pengelola secara aktif mengingatkan wisatawan agar mematuhi aturan tersebut.

"Jadi kalau wisata ingin aman, ya kalian mau main kano silahkan, mau berenang silakan. Tapi wajib menggunakan alat pelampung," pungkasnya. (cin)

Editor : Bahana.
pelampung wisatawan tenggelam Bantul Sungai Oya