PUNCAK peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul di Lapangan Trirenggo, tampak berbeda. Ribuan pegawai pemerintah di lingkungan Pemkab Bantul mengenakan pakaian adat khas DIJ. Acara juga dimeriahkan penampilan tari dari Sanggar Puspowarno sebagai pembuka, lalu ditutup dengan penampilan spesial Putri Ariani, pemenang Indonesia's Got Talent 2014.
Pelatih Sanggar Puspowarno Tri Irianto menyebut, sebanyak 30 penari dari sanggarnya hanya berlatih selama dua hari. Pasalnya, para penari itu sudah sering tampil di berbagai acara besar dan tarian yang dibawakan juga pernah dipentaskan sebelumnya.
"Jadi sudah pada bisa, tinggal mengompakkan saja. Tidak ada kesulitan," katanya saat ditemui di sela-sela acara Hari Jadi Bantul, Senin (20/7).
Baca Juga: Stunting di Bantul Turun 203 Kasus, Pendampingan Balita Terus Digencarkan
Tarian dengan properti kuda itu diberi nama Tari Putri Retnoningsih yang merupakan istri Pangeran Diponegoro. Menurutnya, para penari yang seluruhnya perempuan itu menggambarkan sosok Retnoningsih sebagai istri Pangeran Diponegoro yang berani melawan penjajah, serta mencerminkan kelincahan, meskipun seorang perempuan. "Yang menarikan masih SMP, SMA, dan kuliah," bebernya.
Salah seorang penari Tari Putri Retnoningsih Amara Dhira Amelia, 20, mengaku sebagai warga Bantul senang dan bangga bisa tampil di peringatan Hari Jadi Bantul kali ini. Menurutnya, penampilan itu menjadi pengalaman yang sangat berharga. Ia juga tidak mengalami kesulitan karena telah aktif menjadi penari di Sanggar Puspowarno sejak duduk di bangku sekolah dasar.
"Ini aku ikut pentas di Hari Jadi Bantul udah kali kelima," kata mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jurusan Pendidikan Seni Tari ini.
Terpisah, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih juga tampil bersama Putri Ariani yang pernah tinggal dan besar di Bantul, dengan menyanyikan satu lagu di atas panggung. Pada kesempatan itu, Pemkab Bantul juga memberikan penghargaan Anugerah Satriya Adhi Swara kepada Putri Ariani.
"Memberikan penganugerahan kepada salah satu putri Kabupaten Bantul Putri Aryani, yang telah mengharumkan Indonesia dan DIJ terutama Bantul," terangnya.
Dalam kesempatan ini, Halim juga memaparkan sejumlah capaian Kabupaten Bantul. Menurutnya, Bantul memperoleh berbagai penghargaan dari lembaga pemerintah, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) peringkat keempat di Indonesia.
Baca Juga: 41 Ribu UMKM Bantul Belum Terdata di Sidakui, Pemkab Dorong Pelaku Usaha Segera Mendaftar
Selain itu, daya saing daerah Kabupaten Bantul juga berada di peringkat keempat secara nasional. "IPM artinya bahwa sumber daya manusia Bantul dinilai baik," katanya.
Penilaian IPM tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga melalui survei dan kajian yang dilakukan oleh BRIN maupun BPS. "Ini membanggakan sekali karena modal utama kita sumber daya manusia bukan sumber daya alam," tuturnya.
Bantul juga meraih sejumlah penghargaan lain, seperti predikat Kabupaten Layak Anak kategori Utama. Bumi Projotamasi ini juga telah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 14 kali berturut-turut tanpa jeda sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah yang dinilai sangat baik.
Selain itu, Kabupaten Bantul dinilai sebagai kabupaten kreatif. Menurut Halim, capaian tersebut sejalan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang selama ini menjadi fokus pembangunan daerah.
"Alhamdulillah Hari Jadi Bantul ini insya Allah menjadi landasan semakin kuat bagi Bantul untuk menata langkah ke depan,” tuturnya.
Hadir pula Gubernur DIJ Hamengku Buwono X, para bupati dan wali kota se-DIJ, serta para mantan bupati yang pernah mengabdi di Bumi Projotamansari.
Gubernur HB X dalam sambutannya berharap, pada puncak perayaan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul ini segala sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat dapat terus diupayakan dengan lebih baik.
"Sedangkan jika masih ada yang belum benar dan tepat, hendaknya segera disempurnakan agar visi bupati yang dicita-citakan dapat segera terwujud," pintanya. (cin/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja