BANTUL - Proses penambahan dan modifikasi alat pengolahan sampah di TPST Modalan, Bantul memasuki tahap lelang di Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) DIY. Melalui proyek senilai hampir Rp 20 miliar ini, kapasitas pengolahan sampah ditargetkan meningkat dari 49 ton menjadi 60 ton per hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, saat ini pihaknya masih menyiapkan pembersihan lokasi agar akses masuk untuk pekerjaan modifikasi dan penambahan alat dapat berjalan lancar. "Kalau sekarang sudah proses lelang, sudah mendekati akhir," jelasnya saat ditemui Jumat (10/7).
Baca Juga: 1.054 Penambang Manual di Kabupaten Magelang Jadi Persoalan Baru, DPR RI Minta Alternatif Pekerjaan
Disinggung mengenai alasan TPST Modalan yang dipilih untuk optimalisasi alat, Bambang mengatakan, lokasi tersebut memang memperoleh dukungan dana dari pemerintah pusat. Optimalisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya dukung TPST Modalan dalam membantu menyelesaikan persoalan sampah di Bantul. "Untuk optimalisasi alat di TPST lain, belum ada rencana," ungkapnya.
Dia mengatakan, terdapat 14 alat yang dimodifikasi serta penambahan tujuh unit alat pengolahan sampah. Penambahan dan modifikasi alat tersebut diharapkan mampu menangani penumpukan sampah. Kapasitas pengolahan yang saat ini mencapai 49 ton per hari ditargetkan meningkat menjadi 60 ton per hari.
Kepala UPTD Kebersihan, Persampahan, dan Pertamanan DLH Kabupaten Bantul Arief Nurul Umam mengatakan, penambahan dan modifikasi alat di TPST Modalan penting karena kemampuan fasilitas tersebut dalam mengelola sampah belum beroperasi secara optimal. “Mesin pretreatment yang belum optimal dan mesin insinerator yang bermasalah pada bagian pembuangan abu sehingga tidak bisa mencapai kapasitas optimal," bebernya.
Selain itu, sampah organik yang terlalu basah juga membutuhkan waktu lebih lama untuk pembakarannya.
Sebelumnya, Kepala BPBPK DIY Putri Intan Suri mengatakan, modifikasi alat pengolahan sampah eksisting bertujuan meningkatkan kemampuan alat agar lebih prima dan kuat dalam mengolah sampah. "Di sini kita juga nambahkan alat rotary untuk membantu mempercepat pengeringan sampah organik," sebutnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita