Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

55 Orang Sudah Donor Darah 50 Kali, Pemkab Bantul Berikan Penghargaan

Cintia Yuliani • Senin, 22 Juni 2026 | 20:45 WIB
Penerima penghargaan donor darah Sukartija menunjukkan penghargaannya Senin (22/6). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Penerima penghargaan donor darah Sukartija menunjukkan penghargaannya Senin (22/6). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul memberikan penghargaan kepada 55 warga setempat yang telah melakukan donor darah 50 kali. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pendonor darah.

Penerima penghargaan donor darah Sukartija, 54, mengaku, telah melakukan donor lebih dari 75 kali. Sebab, dia rutin mendonorkan darahnya dua sampai tiga bulan sekali sejak tahun 1990. "Saya bisanya sedekah dengan darah, betapa susahnya orang yang sedang sakit dan seberapa susahnya orang yang mencari darah," jelasnya saat ditemui setelah acara pemberian penghargaan pendonoh darah di Aula Kompleks Pemda II Manding Senin (22/6). 

Baca Juga: Santap Makanan Donasi yang Diolah Kembali, Sembilan Anak Panti Asuhan di Borobudur Alami Gejala Keracunan

Selain bisa membantu orang lain, menurutnya pendonor bisa cek kesehatan gratis melalui donoh darah. Apalagi dia rutin donor darah, sehingga bisa mengetahui kondisi kesehatannya. "Kalau mau donor dicek semuanya, akhirnya kita cek dinyatakan sehat semua," terang warga Ringinharjo, Bantul ini.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, dengan adanya donoh darah berarti bisa menyelamatkan ratusan hingga ribuan orang yang memerlukan transfusi darah. Kebutuhan darah bukan hanya dibutuhkan di rumah sakit yang berada di Bantul saja, tetapi di luar Bantul juga membutuhkan transfusi darah. Sebab, tidak sedikit orang memerlukan orang lain yang berkeinginan donor darah agar mereka bisa selamat dan pulih kembali.

"Maka kita memerlukan semakin banyak orang-orang baik, tulus, ikhlas memberikan donor darahnya, agar bisa menyelamatkan kita seperti sediakala," terangnya.

Baca Juga: SPMB Hari Pertama di SMPN 6 Jogja, Ortu Calon Siswa Masih  Kebingungan karena Gaptek

Dia pun mengajak warga Bumi Projotamansari untuk bisa bermanfaat bagi orang lain, bukan malah membahayakan orang lain. Salah satunya melalui donor darah. "Sebaik-baiknya manusia bisa memberikan manfaat yang nyata sesuai dengan kemampuan," katanya.

Di luar itu, dia menyebut masih banyak warga yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 20 hingga 30 kali. Menurutnya, seseorang yang telah mendonorkan darah sampai 50 kali bahkan lebih menunjukkan adanya ekosistem sosial baik, yang harus terus dilestarikan dan dipertahankan demi menjaga keharmonisan hidup manusia.

Dengan demikian, ketimpangan dapat dicegah karena masyarakat yang kuat dapat membantu mereka yang lemah, sehingga setiap pihak yang membutuhkan bantuan bisa segera teratasi.

Ia juga menegaskan tidak semua persoalan harus diselesaikan oleh pemerintah, sebab masyarakat memiliki kekuatan sipil yang mandiri untuk memberikan kebaikan dan membawa perubahan positif. "Ini namanya ekosistem sosial yang harus kita bangun dan kita kuatkan," pungkasnya. (cin) 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul #Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul #donor darah #pendonor darah #penghargaan