BANTUL - SPMB SMA tahun ini tidak hanya menggunakan nilai TKA untuk mendaftar sekolah yang diinginkan. Namun, nilai rapot dan TKA atau yang sering dijuluki nilai gabungan akan digunakan sebagai pertimbangan lolos seleksi SPMB.
Siswa lulusan SMPN 3 Imogiri Fajar Oktaviani Syawala, 16, mengatakan, nilai gabungan yang digunakan dijalur domisili, cukup baik diterapkan. Sebab tidak hanya mempertimbangkan jarak rumah ke sekolah, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan akademik siswa.
"Begitu proses seleksi memberikan peluang bagi siswa yang memiliki prestasi belajar yang baik," jelasnya Jumat (19/7).
Kelebihan dengan adanya nilai gabungan, menurutnya, seleksi menjadi lebih objektif karena mempertimbngkan hasil belajar. Cara ini dapat memotivasi siswa agar lebih giat belajar karena nilai akademik salah satu faktor penerimaan.
Baca Juga: PSS Sleman Tak Perpanjang Iman Fathurahman? Begini Penjelasan Manajemen
Namun, tidak dipungkiri terdapat kendala yang dialami siswa terkait persaingan nilai. Siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah tujuan tetapi nilainya kurang memiliki peluang kecil untuk diterima.
Fajar, sapaan akrabnya, akan mendaftar memakai jalur afirmasi terlebih dahulu di SMAN 1 Jetis dan pilihan kedua di SMAN 3 Bantul. "Kalau pakai jalur domisili wilayah berdasarkan lokasi rumah saya ada sekitar dua sekolah, SMAN 1 Imogiri sama SMAN 1 Jetis," bebernya.
Dalam jalur domisili wilayah, jarak rumah dari sekolah cukup jauh sekitar 10 sampai 12 kilometer atau sekitar 20 sampai 30 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.
Saat ini Fajar sedang memprioritaskan jalur afirmasi menggunakan desil 3, dan jalur domisili wilayah. Sebab, dia mempertimbangkan lokasi yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan sesuai dengan bakat minatnya.
Baca Juga: Nekat Terobos Palang Pintu, Tiga Pemotor di Kebumen Tewas Tertemper KA Taksaka
Sementara itu, siswa lulusan SMPN 2 Bantul Azalia Naura Pramusita, 15, mengatakan, akan mendaftar jalur prestasi terlebih dahulu di SMAN 1 Jogja, SMAN 3 Jogja, dan SMAN 8 Jogja. "Memanfaatkan yang jalur prestasi. Nilai saya agak tinggi kalau tidak dimanfaatkan sayang," katanya.
Jika tidak diterima melalui jalur prestasi, siswa yang rumahnya berada di Kapanewon Bantul itu akan mendaftar di jalur wilayah yakni di SMAN 1 Bantul, SMAN 2 Bantul, dan SMAN 3 Bantul yang masuk dalam zona satu.
"Jaraknya dengan SMAN 1 Bantul 1,5 km, SMAN 2 Bantul 2 km, SMAN 3 Bantul 3 km," tuturnya.
Terkait dengan nilai gabungan dia menilai proses selama tiga tahun belajar di SMP merasa dihargai. Bahkan persentase nilai rapot lebih tinggi yakni 60 persen sedangkan nilai TKA 40 persen. "Tidak didasarkan pada ujian TKA saja. Plusnya bisa terganti kalau TKA lebih rendah," terangnya.
Ditambah nilai rapot miliknya memiliki rata-rata yang bagus dan nilai TKA-nya juga memiliki nilai yang tinggi. Sehingga jika digabungkan akan semakin tinggi dan peluang lolos melalui jalur prestasi juga semakin tinggi.
"Nilai gabungan tetap digunakan, karena walaupun domisili di domisili wilayah ternyata yang daftar melebihi kuota yang digunakan nilai juga," terangnya. (cin/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita