Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Udang Menurun, Biaya Produksi Naik, Petambak Udang di Bantul Keluhkan Keuntungan Menurun  

Cintia Yuliani • Jumat, 12 Juni 2026 | 21:00 WIB
Hasil budi daya udang di tambak kawasan pantai selatan Bantul. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Hasil budi daya udang di tambak kawasan pantai selatan Bantul. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTUL - Petambak udang di Bantul mengeluhkan harga jual turun sejak tiga bulan lalu. Namun penurunan ini tidak sejalan dengan biaya produksi yang kian naik. Mengakibatkan keuntungan petambak semakin menurun.

Petambak udang di Poncosari, Srandakan Yuda Witjarnoko menyebut, harga pakan, solar, obat-obatan, hingga benih udang naik semenjak melemahnya nilai tukar rupiah. Dia pun mencontohkan hrga pakan udang yang kini menyentuh Rp 15 ribu sampai Rp 17 ribu.

Meskipun hanya naik Rp 300 hingga Rp 700 per kilogram, selisih harga jauh lebih tinggi karena banyaknya kebutuhan. "Misalnya kalau satu ton dikalikan Rp 500 sudah Rp 500 ribu. Kalau ambil 100 ton, selisih Rp 50 juta," rincinya Jumat (12/6).

Baca Juga: Jabat sebagai Plt Kepala Kantor Pertanahan Sleman, Andi Reza Pastikan Lakukan Evaluasi 

Selain itu, kenaikan solar dari Rp 14 ribu menjadi Rp 25 ribu membuat bengkak biaya produksi. Sedangkan harga benih naik dari Rp 50 menjadi Rp 55 per ekor. Meskipun angkanya terlihat kecil, akan membengkak karena kebutuhan benih mencapai puluhan juta ekor. "Keuntungan menurun hingga jutaan rupiah," keluhnya.

Kini, lanjutnya, harga udang ukutan 100 per kilogram turun Rp 11 ribu. Dari sebelumnya di angka Rp 65 ribu menjadi Rp 54 ribu. Oleh karena itu, petambak kecil memilih menunda tebar benih untuk menghindari kerugian.

Baca Juga: Laporkan Publikasi Jurnal Predator, Dosen UAJY Justru Dimarahi Sesama Dosen hingga Dipecat Yayasan

Sementara itu, Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran, dan Pengawasan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul Pramahdiansyah mengatakan, turunnya harga udang sejalan dengan berkurangnya jumlah permintaan. Isu radioaktif Cesium 137 beberapa bulan lalu, juga memengaruhi penurunan minat pasar ekspor. "

Dia mengaku, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menaikkan harga udang. "Jadi mekanisme harga tergantung dinamika pasar, kita nggak bisa banyak masuk ke sana," tuturnya.

Baca Juga: Harga Pupuk Nonsubsidi Naik 50 Persen, Petani Holtikultura di Kulon Progo Makin Tercekik

DKP Bantul hanya bisa melakukan pendampingan budi daya. Dengan harapan hasil panen udang memiliki ukuran yang lebih bagus. Selain itu, para petambak udang juga diberikan bantuan probiotik.

Hanya saja, jumlah petambak udang kini hanya tersisa enam orang. “Dulu luasannya sekitar 30-an hektare, tapi sekarang sekitar 10 hektare," tandasnya. (cin/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#petambak udang #petambak #Bantul #udang #Poncosari