BANTUL - Seekor ular sanca dengan panjang kurang lebih tiga meter masuk ke rumah milik warga Padukuhan Kalangan Baru RT 19, Baturetno, Banguntapan Rabu (10/6/2026).
Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul Kristanto Kurniawan mengatakan, keberadaan ular sanca tersebut disadari saat pemilik rumah mendengar suara mencurigakan di bawah tumpukan kayu saat ke belakang rumahnya. Setelah di cek ternyata bunyi tersebut berasal dari ular sanca yang cukup besar.
"Karena pemilik rumah takut, kemudian melaporkan ke Pusdalops BPBD Bantul untuk melakukan evakuasi ular tersebut," jelasnya Rabu (10/6/2026).
Enam petugas Damkarmat BPBD Bantul segera terjun ke tempat kejadian perkara (TKP) pukul 08.43 dan tiba pukul 08.46. Petugas melakukan penyisiran ular sanca menggunakan penjepit ular dan senter. Akhirnya 15 menit kemudian ular sanca berhasil dievakuasi.
"Selama evakuasi tidak ada kendala dan untungnya tidak ada korban jiwa," katanya.
Ular sanca, lanjutnya, kemungkinan berasal dari saluran irigasi atau tempat yang lembab di sekitar rumah tersebut. Maka dari itu, pihaknya memberikan edukasi kepada pemilik rumah agar selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah untuk menghindari ular masuk ke dalamnya.
Baca Juga: Imbas Pertamax Naik, Alokasi Anggaran BBM Kendaraan Dinas Pemkot Jogja Berpotensi Direvisi
"Sementara saat ini ular disimpan di pos BPBD untuk keperluan edukasi atau nanti akan kita diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin mengatakan, untuk mencegah ular supaya tidak masuk rumah masyarakat diimbau menjaga kebersihan dalam dan luar rumah.
"Beri wangi-wangian seperti parfum, kapur barus, dan pengharum ruangan," sarannya.
Jika melihat ular di dalam rumah tindakan yang harus dilakukan yakni memantau terlebih dahulu keberadaan ular dan pastikan apakah jenis ular berbisa atau tidak.
Jika jenis ular berbisa jangan mengambil tindakan mandiri tanpa dilengkapi alat pelindung diri yang memadai. Apabila jenis ular tidak berbisa, maka bisa dilakukan tindakan mandiri.
"Jika ragu, segera lapor ke petugas damkar sambil mengawasi pergerakan ular," pungkasnya. (cin)
Editor : Winda Atika Ira Puspita