BANTUL - Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul rencananya akan mengoperasikan dua bus sekolah hasil hibah dari Kementerian Perhubungan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2027.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul Toto Pamudji Rahardjo mengatakan, realisasi di tahun 2027 disebabkan karena biaya operasionalnya yang cukup besar. Sehingga jika menggunakan perubahan anggaran tahun ini belum memungkinkan untuk dianggarkan karena adanya efisiensi anggaran.
"Armadanya sudah siap, operator juga sudah siap, semua sudah siap, tinggal pelaksanaan di 2027," jelasnya saat ditemui di sela-sela tugasnya Selasa (9/6).
Kapasitas bus sekolah yang akan dioperasikan yakni hibah dari Kementerian Perhubungan dapat menampung 16 siswa, sedangkan armada bus dari KPK memiliki kapasitas 23 orang.
Tahun ini pihaknya telah melakukan penjajakan bersama dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, untuk memetakan rute jalur terbaru bus sekolah. Rute yang diprioritaskan adalah rute Jetis-Imogiri-Bantul.
Sedangkan rute kedua yakni rute arahan dari Bupati Bantul Abdul Halim Muslih terkait dengan pengembangan kawasan pantai selatan (pansela) yang akan disandingkan dengan kegiatan penyelenggaraan bus sekolah yakni rute dari Srandakan- Pandak-Bantul.
"Sehingga kita sudah memetakan ini tinggal realisasinya," katanya.
Nantinya dua bus sekolah yang akan dioperasikan tetap menggunakan plat merah yang mana biaya operasionalnya cukup tinggi. Meskipun cukup tinggi, pihaknya telah merincikan anggaran biaya operasional bus sekolah ini untuk mendukung pendidikan anak sekolah di Bantul.
Baca Juga: Genjot Efektivitas, Guru Didorong Manfaatkan AI dalam Pembelajaran
Sementara itu, terdapat satu bus sekolah yang saat ini sedang beroperasi sejak 2024 dengan rute Palbapang-Pandak-Pajangan-Sedayu.
Terpisah, Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi berharap keberadaan bus sekolah dapat menurunkan angka kecelakaan khususnya pada anak sekolah di Bantul. Adanya bus sekolah ini juga menjadi salah satu sosialisasi gerakan nasional untuk kembali menggunakan angkutan umum. "Kami realisasikan dalam bentuk bus sekolah gratis," tuturnya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita