Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Genjot Efektivitas, Guru Didorong Manfaatkan AI dalam Pembelajaran 

I
Penulis: Iwan Nurwanto❯
TEKNOLOGI: Suasana workshop bertajuk AI Teaching Power yang dilaksanakan di Hotel Alana Malioboro, Selasa (9/6/2026). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
TEKNOLOGI: Suasana workshop bertajuk AI Teaching Power yang dilaksanakan di Hotel Alana Malioboro, Selasa (9/6/2026). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA

Advertisement

JOGJA - Pesatnya perkembangan teknologi khususnya artificial intelligence (AI) didorong bisa menjadi peluang dalam dunia pendidikan. Hal itu yang menjadi fokus dalam pembahasan dalam workshop bertajuk AI Teaching Power yang dilaksanakan pada sebuah hotel di kawasan Malioboro, Selasa (9/6/2026).

CEO Pura Nusantara Brian Tobing mengatakan, dalam workshop tersebut pihaknya melibatkan sekitar 200 guru di DIY. Para peserta diberikan pembekalan materi tentang pemanfaatan AI agar bisa dioptimalkan dalam proses belajar mengajar.

Dia menyebut, kehadiran AI tidak akan menggeser peran guru. Namun justru bisa menjadi peluang untuk mempercepat sistem tata kelola data yang selama ini kerap menjadi hambatan. Menurutnya proses pelaporan administrasi yang berbelit-belit seringkali memecah konsentrasi guru.

Oleh karena itu, dalam workshop tersebut para guru juga diberikan subskripsi gratis aplikasi Microsoft Elevate yang dapat membantu pembelajaran. Kemudian juga dibekali materi tentang penggunaan Microsoft Copilot yang dapat difungsikan sebagai asisten virtual berbasis kecerdasan buatan.

"AI ini hadir sebagai solusi budaya kerja. Kami ingin guru-guru tidak lagi terjebak dan dipusingkan oleh urusan administratif yang menumpuk,” ujar Brian di sela workshop.

Advertisement

Guru Informatika SMA Negeri 1 Ngaglik Hari Widayat menilai kehadiran AI memang cukup dibutuhkan. Misalnya seperti fitur Reading Progress dan Math Progress di Microsoft Teams yang mampu meringankan proses penilaian secara presisi serta praktis.

“Dengan dukungan AI, proses mengoreksi dan mengolah nilai menjadi jauh lebih mudah,” bebernya.

Meski demikian, penggunaan AI bukan tanpa kendala. Guru Biologi SMAN 8 Jogjakarta Ari Nuraini mengungkapkan bahwa aplikasi AI terkadang sulit dijalankan dengan spesifikasi komputer atau handphone yang minimalis.

Di luar aspek teknis, dia berharap AI kedepannya bisa menjadi alat untuk meningkatkan kreativitas guru dan potensi murid.

“AI harus diposisikan sebagai fasilitator atau alat bantu saja, bukan penentu segalanya," tandasnya. (inu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pendidikan Jadi Tumpuan Tekan Kemiskinan, Pemkab Magelang Dorong Beasiswa dan Perbaikan Layanan Dasar

Pendidikan Jadi Tumpuan Tekan Kemiskinan, Pemkab Magelang Dorong Beasiswa dan Perbaikan Layanan Dasar

Bupati Magelang saat menghadiri rapat koordinasi penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan bersama Forkopimda di Kecamatan Secang, Kamis (4/6).

Nilai TKA DIY Raih Urutan Tertinggi Nasional, Dewan Pendidikan Ingatkan soal Pemerataan Mutu

Nilai TKA DIY Raih Urutan Tertinggi Nasional, Dewan Pendidikan Ingatkan soal Pemerataan Mutu

DIY mencatat prestasi di bidang pendidikan sebagai urutan pertama dalam rata-rata nilai tes kemampuan akademik (TKA) 2026. Meski membanggakan, capaian tersebut menjadi perhatian bagi dewan pendidikan di Kota Jogja.

Efektif Asah Berpikir Tepat dan Cepat, Dewan Pendidikan Kota Jogja Dorong Lomba Cerdas Cermat Dihidupkan Kembali

Efektif Asah Berpikir Tepat dan Cepat, Dewan Pendidikan Kota Jogja Dorong Lomba Cerdas Cermat Dihidupkan Kembali

Ketua Dewan Pendidikan Kota Jogja Khamim Zarkasih Putro menilai pentingnya menghidupkan kembali kegiatan lomba Cerdas Cermat di tingkat sekolah. Sebab, ajang itu merupakan metode efektif melatih keterampilan berpikir c

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer