BANTUL - Sebanyak 20 pasangan pengantin dari berbagai daerah melangsungkan nikah bareng dalam pesawat terbang yang digelar di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Jogjakarta Senin (8/7). Dipilihnya pesawat terbang sebagai lokasi akad karena memiliki filosofi tersendiri. Kedua mesin pesawat di sisi kiri dan kanan menggambarkan dua mempelai. Mereka harus harus saling mendukung, mendorong, dan melengkapi satu sama lain.
"Alhamdulillah ini yang kedua kalinya STTKD mendapatkan kesempatan nikah bareng," kata Ketua STTKD Jogjakarta Erwhin Irmawan.
Baca Juga: Reaktivasi Bandara Adi Sucipto Dikhawatirkan Ganggu Ekosistem Pariwisata
Ide unik ini, terwujud berkat kerja sama dengan Forum Ta'aruf Indonesia (Fortais) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) DIY. Dia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal terbentuknya ikatan yang sakinah, mawadah, dan warahmah bagi para pasangan pengantin. "Artinya bukan hanya seremonial saja, tetapi secara filosofi nanti calon pengantin akan bisa terbang bersama-sama," jelasnya.
Selain itu, acara tersebut sangat membantu masyarakat yang membutuhkan untuk mewujudkan impian melangsungkan pernikahan meski memiliki berbagai keterbatasan. Sebab kedua mempelai tidak hanya melangsungkan akad. Sebelum itu, mempelai berbusana adat Jawa dan Sumatera diarak dengan drum band. Mereka juga disambut dengan pedang pora dan taburan bunga.
Ketua Baznas DIY Puji Astuti mengatakan, konsep pernikahan di dalam pesawat ini mengikuti tagline yakni take off menuju halal Indonesia emas. Oleh karena itu, tiga pesawat milik STTKD Jogjakarta dipilih untuk lokasi nikah bareng.
Sementara itu, pasangan termuda yang mengikuti Nikah Bareng Ning Montor Mabur Cretentia Ageng, 20, mengaku, tidak menyangka dapat melangsungkan pernikahan secara gratis. "Kami sangat bahagia, nggak nyangka bisa nikah dengan konsep yang luar biasa," lontarnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita